Poros Informasi – 14 Juli 2026 | Jakarta – Dunia kripto kembali diramaikan oleh manuver terbaru dari Michael Saylor, Co-founder Strategy. Unggahan terbarunya di platform X, menampilkan pelacak portofolio Bitcoin Strategy dengan narasi “Titik-titik oranye hanya menceritakan sebagian dari cerita,” sontak memicu spekulasi pasar. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah: Michael Saylor beri sinyal lagi, Strategy akan kembali membeli atau justru melanjutkan penjualan Bitcoin?
Sinyal dari Saylor ini biasanya diartikan sebagai indikasi bahwa Strategy telah melakukan transaksi Bitcoin dalam sepekan terakhir. Namun, kali ini, pelaku pasar mencermati dengan seksama apakah transaksi tersebut merupakan pembelian baru yang agresif, sesuai dengan rekam jejak Strategy, atau justru kelanjutan dari aksi jual yang telah berlangsung selama dua pekan beruntun.
Strategi Jual Bitcoin untuk Dividen
Spekulasi penjualan meningkat tajam mengingat Strategy dilaporkan telah menjual sekitar 3.588 Bitcoin antara akhir Juni hingga awal Juli. Transaksi besar ini diduga dilakukan untuk mendanai pembayaran dividen atas sekuritas preferen perusahaan. Ini menjadi salah satu penjualan Bitcoin terbesar Strategy sejak mereka mulai mengakumulasi aset digital tersebut secara masif pada tahun 2020.
Sebelumnya, pembelian Bitcoin terakhir Strategy tercatat pada pekan yang berakhir 20 Juni, di mana perusahaan mengakuisisi 520 BTC senilai kurang lebih US$35 juta. Pola transaksi yang berubah ini membuat para investor bertanya-tanya mengenai strategi alokasi aset Strategy ke depannya. Apakah perusahaan akan kembali ke mode akumulasi atau terus melakukan divestasi untuk memenuhi kewajiban finansialnya?
Saat ini, Strategy masih memegang 843.775 BTC dengan nilai akumulasi hampir US$64 miliar, menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Posisi dominan ini membuat setiap pergerakan Strategy menjadi sorotan utama.
Saham Strategy Masih Tertekan
Di tengah spekulasi mengenai strategi Bitcoinnya, saham Strategy, baik saham biasa (MSTR) maupun saham preferen (STRC), masih menunjukkan tren pelemahan. Saham MSTR tercatat turun lebih dari 5% dalam lima hari terakhir, meskipun sempat menembus level psikologis US$100 di awal pekan lalu. Sementara itu, saham preferen STRC, yang dirancang untuk diperdagangkan pada nilai nominal US$100, kini diperdagangkan jauh di bawah level tersebut, bahkan sempat menyentuh titik terendah sepanjang masa di kisaran US$76 pada akhir bulan lalu sebelum sedikit pulih.
Performa buruk saham preferen ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Strategy untuk mengurangi ketergantungannya pada instrumen tersebut sebagai sumber pendanaan untuk pembelian Bitcoin tambahan.
Kritik Terhadap Model Bisnis Strategy
Langkah Strategy kembali menuai kritik dari para ekonom dan kritikus Bitcoin ternama, seperti Peter Schiff. Schiff menilai bahwa “bagian berikutnya dari cerita Strategy adalah besarnya potensi kerugian dari pembelian Bitcoin serta beban yang dapat ditanggung pemegang saham untuk membayar utang dan dividen saham preferen.”
Kritik ini semakin menambah sorotan terhadap model manajemen kas Strategy yang sangat bergantung pada Bitcoin. Di satu sisi, akumulasi Bitcoin telah menjadikan Strategy sebagai simbol adopsi Bitcoin oleh korporasi. Namun, di sisi lain, tekanan harga Bitcoin, kewajiban pembayaran dividen, dan performa saham preferen yang buruk secara simultan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko finansial perusahaan.
Pasar saat ini masih menanti konfirmasi resmi dari Strategy mengenai transaksi terbaru yang diisyaratkan oleh Michael Saylor. Jika perusahaan memutuskan untuk kembali membeli Bitcoin, hal ini dapat memperkuat narasi bullish yang selama ini diusung Saylor. Namun, sebaliknya, jika Strategy kembali melakukan penjualan BTC, investor kemungkinan akan semakin mencermati isu likuiditas dan kebutuhan pembayaran kewajiban perusahaan. Michael Saylor beri sinyal lagi, dan pasar menanti jawabannya.
Ke depan, pergerakan Strategy akan terus menjadi barometer penting bagi adopsi Bitcoin korporasi dan sentimen pasar secara keseluruhan. Keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin akan memiliki dampak signifikan tidak hanya bagi Strategy, tetapi juga bagi ekosistem kripto yang lebih luas. Michael Saylor beri sinyal lagi, dan setiap detail transaksi Strategy akan diawasi ketat.







