Poros Informasi – 14 Juli 2026 | Fenomena yang membingungkan tengah melanda dunia aset digital. Di satu sisi, mayoritas aset kripto utama masih terpantau lesu dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Namun, di sisi lain, sejumlah laporan terbaru justru mengungkap bahwa fundamental industri kripto secara keseluruhan tengah mencetak rekor baru. Ya, Pasar Kripto Lesu, Tapi Data Industri Justru Cetak Rekor Baru, sebuah paradoks yang menarik perhatian para pelaku pasar dan analis.
Data menunjukkan bahwa kuartal kedua tahun ini menandai penurunan untuk kuartal ketiga berturut-turut, sebuah rangkaian pelemahan terpanjang sejak 2022. Indeks Bitwise 10 Large Cap Crypto pun dilaporkan turun 15,4%, sementara ETF Bitcoin spot mencatatkan kuartal terburuk dari sisi outflow. Namun, di balik gambaran harga yang suram, fondasi industri kripto justru diklaim jauh lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.
Aktivitas On-Chain Tetap Meroket di Tengah Penurunan Harga
Meskipun harga aset mayoritas melemah, aktivitas transaksi di jaringan Ethereum dilaporkan melonjak sekitar 13 kali lipat jika dibandingkan dengan titik terendah pada 2022. Nilai yang terkunci di sektor Decentralized Finance (DeFi) juga mengalami peningkatan lebih dari 60%. Lebih menarik lagi, aset stablecoin secara umum tercatat hampir dua kali lebih besar dibandingkan periode bear market sebelumnya.
Perbedaan mencolok antara harga pasar dan perkembangan infrastruktur ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai apakah pasar kripto sudah mendekati dasar bear market. Aktivitas fundamental yang terus meningkat, meskipun harga belum pulih, menjadi indikator kuat bahwa industri ini terus berkembang pesat.
Stablecoin dan Derivatif Menjadi Pendorong Utama
Sektor stablecoin menjadi salah satu area yang menunjukkan kekuatan luar biasa sepanjang kuartal terakhir. Laporan menyebutkan bahwa stablecoin telah menyelesaikan transaksi sekitar 2,3 kali lebih besar dibanding volume pembayaran Visa dalam satu tahun terakhir. Pada bulan Juni, volume transfer stablecoin bahkan mencapai rekor US$1,79 triliun, berdasarkan data Visa Onchain Analytics. Peningkatan signifikan ini sebagian besar didorong oleh penggunaan stablecoin oleh institusi.
USDC memimpin aktivitas ini dengan menyumbang sekitar dua pertiga dari total volume, mengindikasikan bahwa stablecoin yang lebih teregulasi semakin diminati oleh kalangan institusional. Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga menunjukkan pola yang menarik. Meskipun volume spot di bursa utama turun sekitar 5% dari bulan sebelumnya, volume perdagangan derivatif justru mengalami kenaikan sekitar 4%. Hal ini menyiratkan bahwa trader aktif masih tetap terlibat di pasar, meskipun minat dari pembeli ritel cenderung melemah.
Tokenisasi Aset dan Prediction Market Cetak Rekor Baru
Selain stablecoin, sektor tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Nilai aset yang ditokenisasi dilaporkan naik 50,3% sepanjang tahun ini mencapai US$32,89 miliar. Sektor prediction market pun tak ketinggalan, mencatat rekor baru dengan volume transaksi mencapai US$43,2 miliar pada kuartal tersebut, angka ini hampir 18 kali lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menariknya, saham-saham perusahaan yang bergerak di industri kripto juga menunjukkan kinerja yang relatif kuat. Indeks Bitwise Crypto Innovators 30 Index dilaporkan naik 30,6%, membuktikan bahwa sebagian perusahaan di sektor ini tetap menarik bagi investor, terlepas dari pelemahan harga aset kripto utama. Beberapa aplikasi kripto terkemuka seperti Hyperliquid, PancakeSwap, dan Aave masing-masing berhasil menghasilkan pendapatan hampir US$900 juta dalam satu tahun terakhir.
Pergeseran Kepemilikan dari Ritel ke Institusi
Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran kepemilikan Bitcoin. Meskipun investor individu masih memegang sekitar dua pertiga dari total suplai, institusi dan dana investasi tercatat membeli sekitar 829.000 BTC pada tahun 2025, sementara dompet ritel justru menjual sekitar 696.000 BTC. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran kepemilikan dari tangan ritel ke institusi.
Pada saat yang sama, penasihat keuangan dilaporkan semakin menunjukkan ketertarikan pada stablecoin dan tokenisasi aset dibandingkan dengan eksposur langsung ke Bitcoin. Analis Tokocrypto Research menilai bahwa meskipun Pasar Kripto Lesu dalam hal pergerakan harga, pertumbuhan penggunaan stablecoin, DeFi, tokenisasi aset, prediction market, dan adopsi institusional menunjukkan bahwa industri ini tidak berhenti berkembang.
Jika tren peningkatan penggunaan ini terus berlanjut, fundamental industri yang semakin kuat berpotensi menjadi landasan bagi siklus pemulihan berikutnya. Namun, pasar masih perlu membuktikan apakah pertumbuhan aktivitas fundamental ini benar-benar mampu mendorong harga aset kripto kembali ke jalur kenaikan. Kondisi ini menegaskan bahwa Pasar Kripto Lesu saat ini tidak serta merta mencerminkan kesehatan industri secara keseluruhan.







