Poros Informasi – Pasar kripto kembali diuji dengan tekanan harga yang berkepanjangan, namun di balik layar volatilitas yang kerap membuat investor gelisah, data-data fundamental industri justru memancarkan sinyal kekuatan yang mengejutkan. Fenomena ini menciptakan sebuah paradoks menarik: harga aset digital utama mungkin merana, tetapi infrastruktur dan adopsi di berbagai sektor justru mencetak rekor baru, memicu pertanyaan besar tentang arah pasar selanjutnya.
Di Balik Tirai Koreksi: Fondasi Kripto Justru Menguat Drastis

Kuartal kedua tahun ini menandai periode pelemahan terpanjang sejak 2022, dengan pasar kripto mencatat penurunan untuk tiga kuartal berturut-turut. Indeks Kripto Kapitalisasi Besar Bitwise 10 tergerus 15,4%, sementara ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar terburuknya. Sentimen bearish tampaknya merajalela, membenamkan harapan akan pemulihan cepat dan membuat banyak investor menahan diri.
Namun, di tengah kelesuan harga, aktivitas on-chain menunjukkan gambaran yang kontras. Bitwise menyoroti bahwa fondasi industri kripto kini jauh lebih kokoh dibandingkan siklus sebelumnya. Sebagai contoh, aktivitas transaksi di jaringan Ethereum melonjak sekitar 13 kali lipat dari titik terendah tahun 2022. Nilai total yang terkunci (TVL) di protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga tumbuh lebih dari 60%, dan total aset stablecoin hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan periode bear market sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa meskipun spekulasi harga menurun, penggunaan utilitas dan infrastruktur dasar terus berkembang pesat.
Ledakan Stablecoin dan Pergeseran Kekuatan Institusional
Salah satu bintang utama di tengah badai pasar adalah stablecoin. Data terbaru dari Visa Onchain Analytics mengungkapkan bahwa volume transfer stablecoin mencapai rekor fantastis US$1,79 triliun pada Juni 2026. Angka ini melonjak 63% dari Mei dan 125% dibandingkan Juni 2025. Yang menarik, peningkatan volume ini terjadi meskipun total suplai stablecoin menyusut US$7,7 miliar, menandakan kecepatan perputaran (velocity) yang luar biasa tinggi. Dalam setahun terakhir, volume transaksi stablecoin bahkan tercatat 2,3 kali lebih besar dari total volume pembayaran Visa, sebuah pencapaian yang menggarisbawahi peran krusialnya dalam ekonomi digital.
Peningkatan masif ini didorong oleh adopsi institusional yang kian masif. Stablecoin seperti USDC memimpin dengan menyumbang sekitar dua pertiga dari total volume, mengindikasikan preferensi institusi terhadap aset yang lebih teregulasi dan transparan. Ini adalah sinyal jelas bahwa para pemain besar mulai menjadikan stablecoin sebagai tulang punggung operasional mereka di ekosistem digital, baik untuk pembayaran, settlement, maupun hedging.
Pola perdagangan juga menarik perhatian. Meskipun volume spot di bursa utama menurun sekitar 5% dari Mei, volume derivatif justru naik sekitar 4%. Ini menunjukkan bahwa para trader aktif, terutama institusi dan profesional, tetap terlibat intens di pasar, mencari peluang di tengah volatilitas, meskipun minat pembeli ritel mungkin sedang surut.
Tokenisasi Aset dan Pasar Prediksi Meroket, Perusahaan Kripto Tetap Perkasa
Selain stablecoin, sektor tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) juga menunjukkan pertumbuhan eksplosif. Nilai aset yang ditokenisasi melonjak 50,3% sepanjang tahun ini, mencapai US$32,89 miliar. Ini menegaskan tren konvergensi antara aset tradisional dan teknologi blockchain, membuka peluang baru untuk likuiditas dan efisiensi.
Pasar prediksi (prediction market) juga mencetak rekor baru dengan volume US$43,2 miliar pada kuartal tersebut, hampir 18 kali lipat lebih besar dari periode yang sama tahun lalu. Ini menandakan peningkatan partisipasi dalam platform yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa di masa depan, dari politik hingga olahraga, menunjukkan aplikasi praktis blockchain yang semakin beragam.
Saham-saham perusahaan kripto pun tidak kalah mentereng. Indeks Bitwise Crypto Innovators 30 melonjak 30,6%, menunjukkan bahwa investor masih melihat nilai dan potensi pertumbuhan pada perusahaan-perusahaan inovatif di sektor ini, terlepas dari fluktuasi harga aset kripto utama. Aplikasi kripto terkemuka seperti Hyperliquid, PancakeSwap, dan Aave juga terus mencatat pendapatan signifikan, masing-masing mendekati US$900 juta dalam satu tahun terakhir, membuktikan model bisnis yang berkelanjutan di tengah gejolak pasar.
Pergeseran Kepemilikan: Dari Ritel ke Institusi, Sebuah Tanda Kedewasaan?
Analisis kepemilikan Bitcoin mengungkapkan pergeseran signifikan. Meskipun investor individu masih memegang sekitar dua pertiga dari total suplai, data dari River menunjukkan bahwa institusi dan dana investasi secara kolektif membeli sekitar 829.000 BTC pada tahun 2025, sementara dompet ritel justru menjual sekitar 696.000 BTC.
Fenomena ini mengindikasikan konsolidasi kepemilikan ke tangan institusi, sebuah tanda kedewasaan pasar yang berpotensi membawa stabilitas jangka panjang. Penasihat keuangan juga dilaporkan semakin tertarik pada stablecoin dan tokenisasi aset sebagai cara untuk mendapatkan eksposur ke ekosistem kripto, ketimbang investasi langsung ke Bitcoin, menunjukkan pendekatan yang lebih terukur dan terdiversifikasi.
Menanti Titik Balik: Akankah Fundamental Mendorong Harga?
Data-data ini melukiskan gambaran yang kompleks: pasar yang lesu di permukaan, namun bergolak dengan aktivitas dan inovasi di bawahnya. Pertanyaannya kini adalah, seberapa lama lagi harga akan tertinggal dari fundamental yang terus menguat?
Tim riset porosinformasi.co.id mengakui bahwa pasar kripto saat ini masih menghadapi tekanan harga. Namun, pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan stablecoin, ekosistem DeFi, tokenisasi aset, pasar prediksi, dan adopsi institusional adalah bukti tak terbantahkan bahwa industri ini terus berevolusi dan memperkuat fondasinya. Jika tren penggunaan ini berlanjut, fundamental yang semakin solid ini berpotensi menjadi landasan kuat untuk siklus pemulihan berikutnya. Namun, pasar masih harus membuktikan apakah pertumbuhan aktivitas ini pada akhirnya mampu mendorong harga aset kripto kembali ke jalur kenaikan yang signifikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.






