Bukan Cuan, Ini Dia Prioritas Utama Nasabah Bank Digital!

Renita

Poros Informasi – Jakarta – Dinamika lanskap perbankan digital di Indonesia terus menunjukkan geliat signifikan. Namun, di balik pesatnya adopsi, sebuah temuan menarik dari survei Ipsos Indonesia pada tahun 2026 menguak fakta krusial: keamanan telah menjelma menjadi penentu utama pilihan konsumen, melampaui daya tarik kemudahan dan iming-iming keuntungan finansial.

Keamanan: Fondasi Kepercayaan di Era Perbankan Digital

Bukan Cuan, Ini Dia Prioritas Utama Nasabah Bank Digital!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Survei yang dilakukan Ipsos Indonesia tersebut mencatat bahwa masyarakat tidak lagi sekadar mencari efisiensi dan potensi keuntungan finansial semata. Prioritas utama mereka kini bergeser pada rasa aman dalam menyimpan dan mengelola dana secara digital. Ini menunjukkan sebuah evolusi perilaku konsumen yang patut dicermati oleh para pelaku industri.

Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia, menyoroti fenomena ini sebagai indikator kematangan perilaku konsumen. "Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek keamanan mencerminkan kematangan perilaku konsumen dalam menggunakan layanan keuangan digital," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Poros Informasi di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Savla lebih lanjut menjelaskan bahwa pemahaman konsumen terhadap keamanan kini melampaui sekadar perlindungan data pribadi. Dalam ekosistem yang semakin kompleks ini, keamanan juga mencakup kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan, stabilitas layanan, kemudahan akses terhadap dana, serta keandalan setiap transaksi. Faktor-faktor inilah yang secara kolektif membentuk keyakinan nasabah dalam memilih dan bertransaksi di bank digital.

Data Bicara: Prioritas Keamanan Mengungguli Godaan Promo

Data survei Ipsos secara gamblang menunjukkan dominasi faktor keamanan. Sebanyak 65 persen responden menegaskan bahwa sistem keamanan dan jaminan perlindungan privasi data adalah alasan utama mereka dalam menjatuhkan pilihan pada bank digital tertentu. Angka ini secara signifikan melampaui daya tarik penawaran promo, diskon, atau cashback yang hanya dipilih oleh 54 persen responden.

Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen modern tidak lagi mudah tergoda oleh iming-iming sesaat. Mereka mencari fondasi yang kokoh, terutama ketika menyangkut pengelolaan aset finansial. Pilihan terhadap bank digital yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bukan hanya didasari oleh fitur keamanan semata, melainkan juga oleh tingkat kepercayaan terhadap produk simpanan yang ditawarkan, mencerminkan kehati-hatian dalam mengelola investasi dan tabungan.

Temuan ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri perbankan digital. Di tengah persaingan yang kian ketat, investasi pada infrastruktur keamanan siber, transparansi kebijakan privasi, serta pembangunan kepercayaan melalui layanan yang stabil dan responsif, akan menjadi strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar perang diskon. Masa depan perbankan digital di Indonesia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mampu membangun dan menjaga benteng kepercayaan nasabah.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar