Kripto Stagnan? Rahasia Cuan Terungkap di Balik Pergerakan Sideways!

Renita

Poros Informasi – Pasar aset kripto dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan, atau dikenal sebagai fase sideways. Kondisi ini, meski menantang, nyatanya masih membuka lebar peluang bagi para pelaku pasar yang cerdik dalam merumuskan strategi. Di tengah minimnya volatilitas signifikan, instrumen perdagangan derivatif atau futures kian dilirik sebagai jurus ampuh yang dapat dimanfaatkan trader untuk menghadapi berbagai arah pergerakan harga.

Dinamika Pasar Kripto Terkini

Kripto Stagnan? Rahasia Cuan Terungkap di Balik Pergerakan Sideways!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data dari CoinMarketCap per 15 Juli 2026 menunjukkan bahwa Bitcoin, mata uang kripto terbesar, memang sempat menguat 3,39% dalam 24 jam dan 2,75% dalam sepekan. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu sebulan terakhir, harga Bitcoin terpaku di kisaran USD59.000 hingga USD66.000. Angka ini mengindikasikan pasar yang relatif datar dan kurang volatilitas signifikan, sebuah tantangan tersendiri bagi trader yang mengandalkan pergerakan harga yang jelas untuk meraih profit.

Futures: Alternatif Strategi di Tengah Ketidakpastian

Di tengah kondisi pasar yang mendatar, instrumen futures atau kontrak berjangka menjadi sorotan utama. Instrumen ini memungkinkan trader untuk mengambil posisi baik saat harga naik (long) maupun turun (short), memberikan fleksibilitas yang krusial untuk mengelola risiko dan mencari peluang profit di pasar yang bergerak terbatas.

Kimiko Lie, seorang influencer kripto terkemuka, menyoroti bahwa semester kedua tahun 2026 akan tetap dipengaruhi oleh berbagai sentimen global. Faktor-faktor seperti dinamika geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diprediksi akan menjadi penentu utama pergerakan pasar.

Sentimen Global dan Peran Regulasi Domestik

Meskipun demikian, Kimiko optimis bahwa kondisi pasar saat ini tetap membuka peluang bagi trader yang mampu menerapkan strategi yang sesuai. Ia juga menyoroti pergeseran preferensi trader Indonesia. "Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri," ujar Kimiko dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kejelasan regulasi, bertambahnya variasi produk, serta peningkatan literasi investor akan menjadi motor penggerak pertumbuhan perdagangan derivatif aset digital di Tanah Air. Ini menandakan ekosistem kripto domestik yang semakin matang dan menarik.

Migrasi Investor dari Pasar Tradisional

Fenomena menarik lainnya adalah mulai beralihnya sebagian trader dari instrumen keuangan lain, termasuk pasar saham domestik, ke aset kripto. Mereka melihat aset digital sebagai alternatif yang menjanjikan di tengah kondisi pasar tradisional yang juga bergerak terbatas. Ini menunjukkan bahwa daya tarik aset digital semakin kuat, bahkan di kalangan investor yang sebelumnya lebih konservatif, mencari diversifikasi dan peluang baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar