Poros Informasi – 19 Juli 2026 | Perdagangan saham SpaceX (SPCX) pekan ini diwarnai drama setelah harganya dilaporkan turun di bawah harga initial public offering (IPO) sebesar US$135. Penurunan ini terjadi setelah sempat mencatatkan reli impresif, melonjak di atas US$200 dalam beberapa minggu pasca debutnya di Nasdaq. Pertanyaan besar pun mengemuka: Saham SpaceX Turun di Bawah Harga IPO, Hype Mulai Memudar?
Koreksi Tajam Pasca IPO Spektakuler
SpaceX sendiri telah menetapkan harga IPO di angka US$135 per saham pada Juni 2026, berhasil menggalang dana monumental senilai US$75 miliar. Pencapaian ini menempatkan IPO SpaceX sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar saham. Namun, euforia pasca-IPO tampaknya tidak bertahan lama. Setelah mencapai puncaknya di kisaran US$200, saham SPCXB kini dilaporkan telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya. Koreksi tajam ini tidak hanya membuat investor menahan napas, tetapi juga memicu spekulasi mengenai valuasi perusahaan yang dianggap terlalu tinggi oleh sebagian kalangan.
Meskipun SpaceX tetap diakui sebagai salah satu pemain kunci dalam industri teknologi luar angkasa, penurunan harga saham yang signifikan ini membuat pasar mulai mempertanyakan apakah reli pasca-IPO yang terjadi memang terlalu agresif. Situasi ini diperparah dengan adanya peningkatan posisi short terhadap saham SpaceX, menandakan adanya taruhan dari investor yang memprediksi harga akan terus turun.
Elon Musk Tetap Optimis di Tengah Tekanan Pasar
Menanggapi pelemahan saham perusahaannya, CEO SpaceX, Elon Musk, menunjukkan sikap optimisme yang khas. Ia bahkan melontarkan klaim ambisius bahwa SpaceX suatu hari nanti dapat memiliki nilai lebih besar dari total kekayaan material di Bumi, yang diperkirakan mencapai sekitar US$600 triliun. Pernyataan ini merujuk pada pandangan pengusaha Peter Diamandis yang menyoroti potensi sumber daya luar angkasa yang jauh lebih besar dibandingkan yang ada di Bumi.
Musk berargumen bahwa potensi ekonomi dari eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa dapat membuka peluang yang sangat besar bagi SpaceX. Namun, klaim futuristik ini masih sangat bergantung pada keberhasilan jangka panjang perusahaan yang detailnya belum sepenuhnya terungkap ke publik. Investor tampaknya masih membutuhkan bukti nyata dan kinerja yang solid untuk meyakini visi jangka panjang tersebut.
Short Interest Meroket, Investor Bertaruh pada Penurunan
Analisis dari Tim Research Tokocrypto menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada short interest saham SpaceX seiring dengan penurunan harganya. Posisi short dilaporkan mencapai sekitar 185 juta saham, atau sekitar 29% dari total saham yang beredar dan dapat diperdagangkan (tradable float). Angka ini melonjak drastis dibandingkan dengan sekitar 40 juta saham hanya tiga minggu sebelumnya. Nilai total taruhan bearish ini diperkirakan mendekati US$25 miliar, dengan para short seller yang dikabarkan telah mencatat keuntungan kertas sekitar US$8,7 miliar.
Elon Musk tidak tinggal diam menanggapi peningkatan short interest ini. Ia mengeluarkan peringatan kepada para short seller, menyatakan bahwa peluang mereka untuk berhasil melawan SpaceX sangatlah kecil, meskipun tanpa memberikan perincian bukti yang mendasarinya. Respons Musk ini menjadi sorotan tersendiri, namun saham SpaceX tetap berada di bawah tekanan jual yang cukup besar. Ini mengindikasikan bahwa pasar masih menunggu katalis positif berupa kinerja fundamental yang lebih kuat sebelum kembali mendorong harga naik.
Menanti Share Unlock dan Uji Coba Starship
Ke depan, beberapa faktor kunci akan terus menjadi perhatian pasar terkait pergerakan saham SpaceX. Salah satunya adalah jadwal share unlock pada bulan Agustus. Periode ini akan memungkinkan para pemegang saham awal atau insider untuk menjual saham mereka untuk pertama kalinya sejak IPO. Potensi masuknya pasokan saham yang lebih besar ke pasar dapat memberikan tekanan tambahan, terutama jika banyak pemegang awal memutuskan untuk merealisasikan keuntungan mereka.
Dari sisi teknikal, saham SpaceX dilaporkan berada di dekat area yang mengindikasikan pola falling wedge. Jika pola ini terkonfirmasi valid, ada potensi saham untuk melakukan rebound menuju kisaran US$158. Namun, konfirmasi teknikal ini masih memerlukan penantian, mengingat tekanan jual yang masih cukup dominan.
Di samping itu, insiden pembatalan uji terbang Starship pada pekan ini juga menambah dinamika. Sistem keselamatan otomatis membatalkan hitung mundur setelah beberapa mesin Raptor gagal menyala. Elon Musk menyatakan bahwa dua mesin perlu diganti, dengan percobaan peluncuran berikutnya kemungkinan dijadwalkan pada awal pekan depan. Insiden ini, meskipun merupakan bagian dari proses pengembangan yang kompleks, tetap menjadi salah satu faktor yang dicermati investor.
Saat ini, Saham SpaceX Turun di Bawah Harga IPO, Hype Mulai Memudar? menjadi pertanyaan krusial. Visi jangka panjang Elon Musk tentang dominasi luar angkasa memang tetap ambisius. Namun, pasar tampaknya mulai lebih pragmatis, memfokuskan perhatian pada risiko jangka pendek, valuasi yang perlu divalidasi, tingginya short interest, dan potensi tekanan dari share unlock. Perjalanan saham SpaceX pasca-IPO masih penuh gejolak, dan investor akan terus mengamati bagaimana perusahaan raksasa luar angkasa ini menavigasi tantangan di depan.







