DOGE: Sinyal Beli Menggila, Debat "Konyol" Ancam Reli Besar?

Usman

Poros Informasi – Dogecoin kembali mencuri perhatian di jagat kripto, bukan hanya karena sinyal beli yang mulai berkedip, tetapi juga karena perdebatan sengit mengenai sistem merge mining yang kembali memanas di komunitasnya. Co-founder Dogecoin, Billy Markus, secara tegas menolak usulan untuk mengakhiri sistem yang selama ini diandalkan DOGE bersama Litecoin, menyebutnya sebagai "ide konyol dan tak berguna."

Di sisi lain, tim riset porosinformasi.co.id menggarisbawahi pentingnya DOGE menembus level resistance terdekat agar momentum pemulihan yang saat ini terlihat dapat berlanjut. "Jika gagal, token ini berisiko tetap bergerak dalam rentang sempit, meskipun sinyal beli mulai muncul," demikian analisis dari tim riset tersebut, menyoroti kompleksitas pergerakan harga di tengah isu fundamental.

DOGE: Sinyal Beli Menggila, Debat "Konyol" Ancam Reli Besar?
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Debat Panas di Balik Layar: Masa Depan Merge Mining DOGE Dipertanyakan

Perdebatan mengenai merge mining Dogecoin bukanlah hal baru, namun kali ini kembali mencuat dengan intensitas yang tinggi, menarik perhatian komunitas dan investor.

Billy Markus: "Ide Konyol dan Tak Berguna"

Billy Markus, yang dikenal dengan nama samaran Shibetoshi Nakamoto, meskipun tak lagi aktif dalam pengembangan harian Dogecoin, suaranya masih bergema kuat di komunitas. Dalam cuitan di platform X, ia menyatakan bahwa langkah untuk meninggalkan merge mining tidak memiliki manfaat yang jelas, bahkan menggolongkannya sebagai "dumb and pointless." Markus menegaskan bahwa Dogecoin sebaiknya tetap menggunakan sistem merge mining yang sudah berjalan.

Komentar pedas ini muncul di tengah diskusi komunitas tentang apakah jaringan DOGE harus terus berbagi infrastruktur penambangan dengan Litecoin. Timothy Stebbing, figur lain di komunitas, turut menyoroti bahwa banyak kripto berbasis Scrypt yang di-merge mine sangat bergantung pada emisi Dogecoin agar penambangannya tetap menguntungkan. Ia bahkan mengisyaratkan adanya kepentingan pengembang Dogecoin pada proyek-proyek seperti Pepecoin, yang membuat isu merge mining menjadi sensitif di kalangan internal.

Apa Itu Merge Mining dan Mengapa Diperdebatkan?

Dilaporkan oleh Crypto News, Dogecoin telah mengadopsi sistem merge mining sejak tahun 2014. Sistem ini memungkinkan penambang menggunakan daya komputasi yang sama untuk mengamankan lebih dari satu blockchain yang kompatibel. DOGE, yang menggunakan algoritma Scrypt, selama ini ditambang bersama Litecoin. Dengan sistem ini, penambang Litecoin secara bersamaan juga berkontribusi pada keamanan jaringan Dogecoin tanpa perlu membagi daya komputasi mereka.

Dokumentasi resmi Dogecoin menjelaskan bahwa perubahan pada tahun 2014 bertujuan agar penambang Scrypt dari Litecoin dan jaringan lain dapat berkontribusi pada keamanan Dogecoin, sambil tetap mendapatkan reward dari beberapa blockchain.

Para pendukung merge mining melihatnya sebagai insentif ekonomi vital bagi penambang untuk terus mengamankan jaringan DOGE, sehingga meningkatkan keamanan secara keseluruhan. Namun, para kritikus mempertanyakan tingkat ketergantungan Dogecoin pada aktivitas penambangan jaringan lain, yang menurut mereka dapat mengurangi desentralisasi atau otonomi Dogecoin. Hingga kini, belum ada keputusan tata kelola resmi atau proposal jaringan yang dikonfirmasi untuk menghapus merge mining. Markus sendiri menegaskan bahwa pandangannya adalah opini pribadi dan ia tidak memiliki kepentingan investasi pada altcoin berbasis Scrypt.

Sinyal Pemulihan DOGE: Antara Harapan dan Tantangan

Di tengah riuhnya perdebatan fundamental jaringan, harga Dogecoin menunjukkan sinyal pemulihan yang memicu spekulasi di kalangan trader dan investor.

Indikator Teknikal Berkedip Hijau, Whale Bergerak

Data terbaru menunjukkan DOGE diperdagangkan di sekitar US$0,0734 pada 21 Juli, dengan kenaikan 2,14% dalam 24 jam dan 1,86% dalam tujuh hari terakhir. Namun, perlu dicatat bahwa DOGE masih terkoreksi lebih dari 11% dalam sebulan terakhir, menandakan bahwa pemulihan ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih luas.

Analis kripto Ali Martinez menyoroti sinyal teknikal yang mulai membaik. Indikator TD Sequential mingguan Dogecoin telah memancarkan beberapa sinyal beli secara beruntun—sebuah konfigurasi langka yang berpotensi menandakan reli besar sedang mendekat. Sinyal serupa sempat muncul pada Juni lalu setelah DOGE terkoreksi 31%, memberikan harapan akan pembalikan tren.

Selain sinyal teknikal, aktivitas whale (investor besar) juga mulai menunjukkan dukungan. Pemegang besar baru-baru ini mengakumulasi sekitar 200 juta DOGE, setara dengan kurang lebih US$14 juta. Di pasar derivatif, futures open interest DOGE juga naik 3,74% menjadi sekitar US$1,08 miliar, mengindikasikan peningkatan minat dari trader derivatif terhadap Dogecoin.

Rintangan Berat Menanti Dogecoin

Meskipun sinyal beli muncul dan aktivitas whale meningkat, jalan Dogecoin menuju pemulihan penuh masih dihadapkan pada beberapa rintangan serius. Tim riset porosinformasi.co.id mengingatkan bahwa DOGE perlu menembus resistance terdekat agar pemulihan ini dapat berlanjut.

Dalam jangka pendek, level resistance krusial bagi DOGE berada di sekitar US$0,0754 dan US$0,0797. Jika mampu menembus area ini, struktur pemulihan DOGE dapat menjadi lebih kuat. Namun, data pasar juga menunjukkan adanya klaster likuidasi besar di dekat harga saat ini, yang berpotensi memicu volatilitas tinggi dan menekan harga.

Di sisi lain, permintaan institusional terhadap DOGE masih terlihat lemah. ETF Dogecoin di Amerika Serikat, misalnya, belum mencatat inflow baru selama satu bulan hingga 17 Juli. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal positif dari sisi teknikal dan aktivitas whale, dukungan dari investor institusional masih minim. Sinyal terbaru ini lebih tepat dibaca sebagai peluang pemulihan jangka pendek, bukan konfirmasi perubahan tren besar yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, Dogecoin saat ini berada di persimpangan jalan. Sinyal teknikal yang membaik dan akumulasi oleh whale menawarkan secercah harapan bagi pemulihan harga. Namun, rintangan resistance yang kuat, potensi volatilitas dari klaster likuidasi, dan minimnya permintaan institusional menjadi tantangan serius. Ditambah lagi, perdebatan sengit mengenai merge mining yang melibatkan salah satu pendirinya menambah kompleksitas lanskap Dogecoin, meskipun isu ini lebih berfokus pada keamanan jaringan ketimbang pergerakan harga jangka pendek. Investor dan trader disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar