Bitcoin di Ambang Rekor Baru? Analis Ungkap Indikator Bullish Kuat Dekati US$67.000!

Amalia Citra

Amalia Citra

Bitcoin di Ambang Rekor Baru? Analis Ungkap Indikator Bullish Kuat Dekati US$67.000!
Bitcoin di Ambang Rekor Baru? Analis Ungkap Indikator Bullish Kuat Dekati US$67.000!

Bitcoin Menggoda Zona Kritis: Peluang Bullish Terulang di Tengah Ketidakpastian

Poros Informasi – 22 Juli 2026 | Jakarta – Pasar aset kripto kembali bergejolak dengan Harga Bitcoin dekati US$67.000, memicu optimisme di kalangan investor. Indikator bullish yang sebelumnya sering menjadi penanda pergerakan besar kini berpeluang terulang, memberikan sinyal positif bagi pergerakan mata uang kripto terbesar di dunia ini. Data terbaru menunjukkan pergerakan Bitcoin saat ini berada di kisaran US$65.000, namun pola teknikal penting yang teramati pada grafik empat jam mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.

Analis terkemuka, Gareth Soloway, menyoroti terbentuknya pola falling wedge pada grafik Bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Pola ini, yang ditandai dengan pergerakan harga yang membentuk lower high dan lower low dalam dua garis tren menurun yang semakin menyempit, secara historis lebih sering berakhir dengan breakout ke arah atas. Soloway memperkirakan pola falling wedge ini memiliki peluang penyelesaian bullish sekitar 70%, yang dapat memicu kenaikan harga yang lebih tajam jika Bitcoin berhasil menembus garis tren atasnya.

Falling Wedge: Pemicu Potensial Breakout Bullish

Laporan dari Coinpedia mengkonfirmasi bahwa Bitcoin kini mulai mendekati ujung pola falling wedge. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga yang signifikan kemungkinan besar akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Jika Bitcoin mampu menembus garis tren atas pola tersebut, target kenaikan berikutnya diproyeksikan menuju zona resistance antara US$67.000 hingga US$69.000. Area ini menjadi krusial karena akan menentukan apakah pemulihan Bitcoin bersifat sementara atau justru menandai pembentukan struktur pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Namun, risiko penurunan tetap membayangi. Jika Bitcoin gagal mempertahankan pola dan justru menembus garis tren bawah, harga berpotensi kembali menguji area support penting di kisaran US$58.000 hingga US$59.000. Zona ini sebelumnya terbukti mampu menahan tekanan jual yang signifikan pada bulan Juni lalu, sehingga kekuatannya masih patut diperhitungkan.

Tantangan dari Timeframe Mingguan dan Faktor Makro

Meskipun sinyal jangka pendek mulai menunjukkan perbaikan, struktur Bitcoin pada timeframe mingguan masih menjadi perhatian utama. Bitcoin masih terpantau berada dalam tren turun yang jelas, di mana setiap reli besar sebelumnya selalu diakhiri dengan tekanan jual dan pembentukan lower high baru. Oleh karena itu, konfirmasi bullish yang lebih kuat belum akan muncul selama Bitcoin belum mencatatkan penutupan mingguan di atas US$67.000.

Level US$67.000 menjadi titik balik yang sangat penting. Jika Bitcoin berhasil ditutup di atas level ini pada timeframe mingguan, tekanan bearish dapat mulai melemah secara signifikan. Sebaliknya, selama Bitcoin masih diperdagangkan di bawah US$67.000, reli yang terjadi saat ini berisiko dianggap sebagai counter-trend bounce semata, bukan sebagai awal dari fase bullish yang baru.

Selain analisis teknikal, faktor makroekonomi juga memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya. Pertemuan Federal Reserve (The Fed) berikutnya menjadi agenda yang sangat dinanti oleh pasar aset berisiko, termasuk kripto. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 70% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Ekspektasi ini telah menjadi salah satu faktor yang menahan upaya pemulihan Bitcoin selama fase bearish.

Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa jika data inflasi berikutnya, seperti Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dirilis lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dapat segera menurun. Kondisi ini berpotensi memberikan dorongan positif bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Di sisi lain, penurunan harga minyak dari level tertingginya pasca adanya sinyal gencatan senjata di Timur Tengah juga dapat membantu meredakan tekanan inflasi. Oleh karena itu, data inflasi dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi sangat krusial bagi arah pasar kripto.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, area US$63.000 menjadi level penting yang perlu dipertahankan agar pola falling wedge tetap memiliki peluang untuk menghasilkan breakout bullish. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$67.000 pada penutupan mingguan, peluang menuju US$69.000 akan semakin terbuka lebar dan narasi bearish dapat melemah secara signifikan. Namun, skenario sebaliknya perlu diwaspadai; jika BTC kehilangan level US$58.000 pada penutupan mingguan, risiko penurunan lebih dalam menuju area US$46.000 hingga US$50.000 dapat kembali terbuka.

Untuk saat ini, Bitcoin berada dalam fase krusial. Sinyal falling wedge memberikan peluang kenaikan jangka pendek, namun konfirmasi utama untuk tren bullish yang berkelanjutan masih bergantung pada penembusan level US$67.000. Beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah Bitcoin mampu keluar dari tekanan bearish atau justru kembali menguji level support bawahnya. Perkembangan Harga Bitcoin dekati US$67.000 ini menjadi sorotan utama para pelaku pasar.

Perlu diingat, investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar