XRP Alami Tekanan, Investor Tahan Diri
Poros Informasi – 25 Juli 2026 | Setelah sempat menunjukkan performa yang stabil dalam beberapa hari terakhir, XRP akhirnya kembali berada di bawah tekanan. Gelombang aksi jual yang melanda pasar kripto membuat aset digital besutan Ripple ini kehilangan momentum kenaikannya, sehingga harga bergerak turun dan menjauhi level tertinggi harian. Berdasarkan data perdagangan terbaru, Harga XRP Melemah ke US$1,11, atau turun sekitar 2,10% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya kini berada di kisaran US$69,39 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar US$1,03 miliar. Selama 24 jam terakhir, XRP diperdagangkan dalam rentang US$1,1023 hingga US$1,1362.
Aksi Ambil Untung Picu Penurunan Harga
Penurunan harga XRP hari ini dipicu oleh aksi ambil untung setelah aset tersebut gagal mempertahankan kenaikan di atas area US$1,13. Level tersebut menjadi zona resistensi jangka pendek yang memicu banyak trader untuk merealisasikan keuntungan. Meskipun mengalami penurunan dalam perdagangan harian, performa XRP sebenarnya masih cukup baik dalam jangka pendek. Data menunjukkan aset ini masih membukukan kenaikan sekitar 0,73% dalam 30 hari terakhir dan 2,38% selama sepekan. Koreksi yang terjadi saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi dibanding perubahan tren secara keseluruhan.
Sentimen Pasar Kripto Global Menekan XRP
Faktor lain yang turut membebani XRP adalah melemahnya sentimen pasar kripto secara umum. Bitcoin dan Ethereum, dua aset kripto terbesar, sama-sama mengalami koreksi dalam 24 jam terakhir. Hal ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Sebagai salah satu altcoin berkapitalisasi besar, XRP memiliki korelasi yang cukup kuat dengan arah pergerakan pasar secara keseluruhan. Ketika aset kripto utama bergerak turun, tekanan jual biasanya ikut merambat ke XRP, meskipun tidak ada sentimen negatif yang secara khusus menyasar proyek Ripple. Akibatnya, Harga XRP Melemah ke US$1,11 ini tidak lepas dari pengaruh tren pasar yang lebih luas.
Volume Perdagangan Mengindikasikan Sikap ‘Wait and See’
Volume transaksi XRP tercatat sekitar US$1,03 miliar dalam 24 jam terakhir. Nilai tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih berlangsung aktif, tetapi belum mencerminkan masuknya gelombang pembelian baru yang cukup besar untuk membalikkan arah harga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar masih memilih menunggu kepastian arah pergerakan sebelum kembali melakukan akumulasi. Sikap ‘wait and see’ atau menunggu dan melihat ini menjadi ciri khas pasar saat ketidakpastian tinggi.
Prospek XRP Bergantung pada Level Support Kunci
Dari sisi teknikal, area US$1,10 menjadi level support penting yang perlu dipertahankan oleh XRP. Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, XRP masih memiliki peluang untuk kembali menguji resistensi di kisaran US$1,13 hingga US$1,15. Sebaliknya, apabila tekanan jual terus meningkat dan level support tersebut ditembus, XRP berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$1,08 dalam jangka pendek. Penting untuk dicatat bahwa meskipun mengalami pelemahan harian, struktur pergerakan XRP belum sepenuhnya berubah menjadi bearish. Selama mampu bertahan di atas area support utama dan sentimen pasar kripto kembali membaik, peluang pemulihan harga masih terbuka. Investor kini akan mencermati pergerakan Bitcoin, volume perdagangan, serta sentimen makro yang berpotensi menentukan arah XRP pada sesi perdagangan berikutnya. Dengan demikian, Harga XRP Melemah ke US$1,11 ini dapat dianggap sebagai fase konsolidasi yang krusial.
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif ini, penting bagi para investor untuk tetap terinformasi dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Harga XRP Melemah ke US$1,11 dan tren ‘wait and see’ di kalangan investor menunjukkan perlunya kesabaran dan analisis mendalam sebelum melakukan transaksi. Investasi dan trading kripto yang aman hanya dapat dilakukan di platform yang terpercaya dan berizin.







