Poros Informasi – 24 Juli 2026 | Sebuah insiden keamanan menggemparkan dunia kripto pada Kamis lalu, ketika Akun X CEO Robinhood Diretas, Hacker Promosikan Token Palsu dan Raup US$1,2 Juta. Peretas berhasil mengambil alih akun resmi milik Vlad Tenev, CEO Robinhood, dan memanfaatkannya untuk melancarkan aksi penipuan berkedok promosi token kripto baru bernama Vladhood (VLAD).
Tim Research Tokocrypto mengkonfirmasi bahwa unggahan palsu tersebut mempromosikan VLAD sebagai maskot resmi Robinhood Chain dan mengklaim token tersebut akan segera terdaftar di aplikasi Robinhood. Meskipun sempat menarik perhatian pasar dan memicu lonjakan aktivitas, unggahan tersebut akhirnya dihapus. Namun, jejak digital menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber ini berhasil mengantongi keuntungan fantastis, diperkirakan mencapai 650 ETH, yang setara dengan US$1,2 juta hingga US$1,3 juta.
Modus Penipuan Berkedok Promosi Token
Tanda-tanda awal bahwa unggahan tersebut adalah penipuan terlihat jelas dari absennya pengumuman resmi dari kanal-kanal resmi Robinhood maupun Robinhood Crypto terkait token VLAD. Dalam postingan yang kini telah dihapus, akun Tenev menampilkan pesan promosi yang agresif untuk meme coin tersebut, lengkap dengan alamat token. Unggahan tersebut secara gamblang menggambarkan VLAD sebagai bagian integral dari Robinhood Chain dengan slogan provokatif seperti “Welcome to the Hood.” Namun, kecurigaan semakin menguat ketika pelacak blockchain Robinhood Chain secara resmi menandai VLAD sebagai kemungkinan scam.
Lebih lanjut, analisis on-chain menunjukkan bahwa token VLAD tidak memiliki nilai likuiditas yang substansial, meskipun telah berpindah tangan sebanyak 1.868 kali sejak diluncurkan. Kasus ini menambah daftar panjang modus penipuan berbasis meme coin yang kerap memanfaatkan kredibilitas figur publik atau eksekutif perusahaan besar. Strategi serupa bukan hal baru di industri kripto; sebelumnya, token palsu yang mengatasnamakan CEO Coinbase, Brian Armstrong, juga sempat beredar dan akhirnya anjlok nilainya.
Robinhood Chain dan Fenomena Meme Coin
Peristiwa ini terjadi di tengah maraknya aktivitas meme coin di Robinhood Chain. Dilaporkan oleh BeInCrypto, Robinhood Chain diluncurkan pada 1 Juli sebagai blockchain baru yang dibangun di atas Ethereum, awalnya dirancang untuk mendukung tokenized stocks dan aset dunia nyata lainnya. Namun, dalam waktu singkat, jaringan ini justru didominasi oleh aktivitas meme coin.
Data menunjukkan Robinhood Chain kini memproses jutaan transaksi per hari, dengan sebagian besar aktivitas berasal dari token-token spekulatif berisiko tinggi. Menurut Entropy Advisors, total volume perdagangan di jaringan tersebut bahkan telah melampaui US$9 miliar. Salah satu meme coin yang sempat mencuri perhatian adalah Cash Cat, yang memimpin gelombang perdagangan meme coin di Robinhood Chain.
Lonjakan aktivitas ini memang menunjukkan kemampuan Robinhood Chain dalam menarik volume perdagangan besar. Namun, dominasi meme coin juga menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi terganggunya fokus utama Robinhood dalam membangun ekosistem tokenized stocks akibat hype spekulatif. CEO Vlad Tenev sendiri sempat menyambut baik aktivitas meme coin di jaringannya, mengakui bahwa Robinhood Chain juga bekerja dengan baik untuk meme. Namun, insiden peretasan akun X miliknya menjadi bukti nyata bagaimana antusiasme terhadap meme coin dapat dieksploitasi oleh pelaku scam.
Risiko Keamanan dan Kewaspadaan Investor
Peretasan akun eksekutif perusahaan besar seperti ini menjadi pengingat krusial bagi investor kripto. Penting untuk selalu berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, bahkan jika berasal dari akun terverifikasi atau tokoh terkenal. Dalam kasus VLAD, klaim listing di aplikasi Robinhood tidak pernah dikonfirmasi oleh kanal resmi perusahaan. Hal ini seharusnya menjadi sinyal peringatan utama bahwa setiap pengumuman token harus selalu diverifikasi melalui sumber resmi, bukan hanya satu unggahan di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, Robinhood belum merilis pernyataan resmi terkait insiden tersebut melalui akun utamanya. Sementara itu, token VLAD telah ditandai sebagai kemungkinan scam oleh berbagai platform pemantau, dan pelaku kejahatan siber di balik peretasan Akun X CEO Robinhood Diretas ini dilaporkan berhasil meraup keuntungan lebih dari US$1 juta. Kasus ini menyoroti risiko keamanan baru yang muncul seiring pertumbuhan Robinhood Chain. Di satu sisi, jaringan ini berhasil menarik volume perdagangan yang signifikan, namun di sisi lain, aktivitas meme coin dan maraknya token scam menjadi tantangan serius bagi reputasi dan rencana jangka panjang Robinhood dalam sektor tokenisasi aset.






