Poros Informasi – Pasar komoditas pangan strategis nasional menunjukkan dinamika harga yang bervariasi pada Minggu, 26 Juli 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak seragam; beberapa komoditas mengalami lonjakan, sementara yang lain justru mencatatkan koreksi harga. Sorotan utama tertuju pada kenaikan signifikan harga daging sapi yang nyaris menembus level psikologis Rp151.000 per kilogram, berbanding terbalik dengan penurunan harga pada beberapa jenis cabai yang cukup mencolok.
Komoditas Bumbu Dapur dan Beras: Fluktuasi Minor hingga Stabil

Pergerakan harga di sektor bumbu dapur dan beras menunjukkan pola yang beragam, dari penurunan yang melegakan hingga kenaikan tipis yang perlu dicermati.
Penurunan Harga Bawang dan Cabai Rawit
Di sektor bumbu dapur, konsumen dapat sedikit bernapas lega dengan adanya penurunan harga pada beberapa item esensial. Bawang merah tercatat mengalami koreksi harga sebesar 3,77 persen, kini diperdagangkan di kisaran Rp42.150 per kilogram. Senada, bawang putih juga menunjukkan tren penurunan 2,4 persen, stabil di angka Rp42.700 per kilogram.
Penurunan yang lebih signifikan terlihat pada komoditas cabai rawit. Cabai rawit merah anjlok 4,98 persen menjadi Rp54.400 per kilogram, sementara cabai rawit hijau turun 2,17 persen ke level Rp51.850 per kilogram. Cabai merah keriting juga mengalami koreksi tipis 0,54 persen, berada di Rp46.250 per kilogram. Namun, tidak semua jenis cabai turun; cabai merah besar justru naik 1,48 persen menjadi Rp48.150 per kilogram.
Kestabilan dan Kenaikan Tipis pada Beras
Sementara itu, pasar beras menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan sedikit kenaikan pada beberapa varietas. Beras kualitas bawah I dan II terpantau tidak berubah dari hari sebelumnya, masing-masing bertahan di Rp14.750 dan Rp14.550 per kilogram.
Namun, untuk beras kualitas medium, terjadi kenaikan marginal sebesar 0,31 persen, dengan medium I mencapai Rp16.400 dan medium II di Rp16.200 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada beras kualitas super I, yang naik 0,28 persen menjadi Rp17.700 per kilogram, sedangkan super II tetap stabil di Rp17.150 per kilogram.
Lonjakan Harga Protein Hewani: Daging Sapi dan Ayam Menguji Daya Beli
Sektor protein hewani menjadi perhatian utama dengan adanya kenaikan harga yang berpotensi membebani anggaran rumah tangga.
Daging Sapi Tembus Batas Psikologis
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging sapi. Daging sapi kualitas I mengalami kenaikan tipis 0,2 persen, namun cukup untuk mendorong harganya mencapai Rp150.900 per kilogram, sebuah angka yang mendekati batas psikologis Rp151.000 dan berpotensi membebani anggaran rumah tangga. Daging sapi kualitas II juga tidak luput dari kenaikan, naik 0,25 persen menjadi Rp141.900 per kilogram.
Ayam Ras Ikut Merangkak Naik
Senada dengan daging sapi, harga daging ayam ras segar juga menunjukkan tren kenaikan yang patut diwaspadai. Komoditas ini melonjak 1,69 persen, kini dibanderol Rp39.100 per kilogram, menambah daftar beban belanja protein bagi masyarakat.
Pergerakan harga pangan yang fluktuatif ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Poros Informasi akan terus memantau perkembangan harga komoditas strategis ini untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan pelaku usaha.






