Jeda Serangan AS-Iran Picu Euforia Mini di Kripto, Pasar Tradisional Siap Sambut Senin Pagi

Amalia Citra

Amalia Citra

Jeda Serangan AS-Iran Picu Euforia Mini di Kripto, Pasar Tradisional Siap Sambut Senin Pagi
Jeda Serangan AS-Iran Picu Euforia Mini di Kripto, Pasar Tradisional Siap Sambut Senin Pagi

Jeda Serangan AS-Iran Picu Euforia Mini di Kripto, Pasar Tradisional Siap Sambut Senin Pagi

Poros Informasi – 26 Juli 2026 | Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas selama hampir dua pekan akhirnya menunjukkan tanda-tanda mereda. Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa AS dan Iran hentikan serangan, sebuah perkembangan yang membuat pelaku pasar global menahan napas dan menunggu pembukaan perdagangan pada Senin pagi untuk melihat reaksi awal. Apakah jeda ini merupakan sinyal de-eskalasi yang berkelanjutan atau sekadar penghentian sementara, menjadi pertanyaan krusial yang akan dijawab oleh pergerakan aset-aset finansial.

Tim Research Tokocrypto mencatat bahwa di tengah jeda serangan tersebut, pasar aset kripto menunjukkan pergerakan positif selama akhir pekan. Bitcoin, sebagai salah satu aset kripto paling likuid, terpantau diperdagangkan di kisaran US$64.463 pada Minggu, mencatat kenaikan sekitar 0,7% dalam 24 jam terakhir. Sepuluh aset kripto terbesar lainnya pun turut mengikuti tren positif dengan kenaikan tipis. Pergerakan ini memberikan gambaran awal sentimen pasar terhadap kabar meredanya konflik.

Berbeda dengan pasar kripto yang tetap aktif, pasar minyak dan saham telah ditutup sebelum berita penghentian serangan ini muncul. Oleh karena itu, reaksi utama dari aset tradisional, termasuk harga minyak mentah dan indeks saham global, baru akan terlihat ketika perdagangan Asia dibuka pada Senin. Situasi ini menempatkan harga minyak sebagai fokus utama perhatian pasar, mengingat perannya yang sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Serangan Dihentikan, Namun Gencatan Senjata Resmi Belum Terjadi

Menurut laporan Associated Press, Amerika Serikat menghentikan serangan udaranya pada Jumat, mengakhiri hampir dua pekan eskalasi militer. Sumber dari Departemen Pertahanan AS yang dikutip oleh CNN juga mengonfirmasi bahwa operasi militer saat ini sedang ditahan. Iran pun turut menyatakan akan menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk dan kepentingan AS di kawasan. Juru bicara militer Iran, Amir Akraminia, menegaskan bahwa strategi Iran bersifat balasan, dan operasi balasan tersebut kini telah dihentikan.

Meskipun demikian, situasi ini belum dapat dikategorikan sebagai gencatan senjata resmi. U.S. Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran masih tetap berlaku. Hal ini menjadi alasan mengapa pasar tetap berhati-hati. Jeda serangan memang dapat mengurangi tekanan geopolitik dalam jangka pendek, namun risiko eskalasi kembali masih terbuka lebar jika tidak ada kesepakatan formal yang dicapai.

Penghentian serangan ini memang menjadi berita baik, namun pasar akan tetap mencermati perkembangan lebih lanjut. Situasi ini menegaskan bahwa meskipun AS dan Iran hentikan serangan untuk sementara, potensi konflik masih membayangi.

Harga Minyak Jadi Tolok Ukur Sentimen Pasar

Perhatian pasar kini tertuju pada harga minyak mentah. Pada Jumat lalu, Brent crude tercatat turun sekitar 4% ke kisaran US$96,7 per barel, setelah sehari sebelumnya sempat ditutup di atas US$100 untuk pertama kalinya sejak Mei. Pembukaan perdagangan Senin akan menjadi momen krusial karena harga minyak akan langsung mencerminkan perkembangan geopolitik selama tiga hari terakhir. Jika para pelaku pasar menilai jeda serangan ini cukup kuat dan berpotensi berkelanjutan, tekanan pada harga minyak diperkirakan akan mereda.

Namun, skenario sebaliknya juga mungkin terjadi. Jika pasar melihat penghentian serangan ini hanya sebagai jeda operasional semata, harga minyak berpotensi kembali meroket. Kenaikan harga minyak mentah memiliki implikasi yang luas, termasuk peningkatan ekspektasi inflasi, yang pada gilirannya akan memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve dan selera investor terhadap aset berisiko.

Analis Michael Singh dari Washington Institute for Near East Policy memberikan peringatan agar pasar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Menurutnya, durasi jeda serangan ini menjadi faktor paling penting. Jika jeda tersebut berlangsung selama beberapa hari, barulah situasi ini dapat dianggap lebih signifikan dan berpotensi mengubah arah pasar secara fundamental.

Kripto Beri Sinyal Awal Optimisme di Tengah Pasar Tradisional yang Tutup

Karena pasar saham dan minyak tutup selama akhir pekan, pasar kripto menjadi salah satu indikator awal sentimen investor terhadap kabar ini. Kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan naik 0,84% dalam 24 jam terakhir, mencapai sekitar US$2,29 triliun pada Minggu. Bitcoin yang bertahan di kisaran US$64.464, bersama dengan aset kripto besar lainnya yang mencatat kenaikan moderat, menunjukkan bahwa pasar kripto merespons jeda serangan dengan sedikit optimisme, meskipun belum ada lonjakan besar yang terjadi.

Namun, risiko tambahan masih membayangi. Serangan kelompok Houthi di Laut Merah masih menjadi sumber tekanan tambahan bagi harga minyak. Gencatan senjata yang sempat berlaku pada Juni belum kembali aktif, dan lalu lintas melalui jalur strategis tersebut masih terganggu. Oleh karena itu, pembukaan pasar Asia pada Senin akan menjadi momen penting untuk mengukur sentimen pasar secara keseluruhan. Reaksi harga minyak, saham, dan obligasi akan memberikan gambaran yang lebih jelas apakah investor melihat penghentian serangan AS dan Iran hentikan serangan ini sebagai awal dari de-eskalasi, atau hanya jeda sementara dalam konflik yang belum terselesaikan.

Untuk saat ini, outlook pasar masih cenderung berhati-hati. Kenaikan tipis di pasar kripto memberikan sedikit optimisme, namun arah pergerakan selanjutnya kemungkinan besar akan sangat bergantung pada bagaimana harga minyak dan pasar tradisional menilai risiko geopolitik saat perdagangan kembali dibuka. Keputusan investasi dan trading harus tetap didasarkan pada analisis mendalam dan manajemen risiko yang cermat, terutama mengingat ketidakpastian yang masih ada.

Perkembangan ini juga menunjukkan betapa eratnya korelasi antara isu geopolitik dan pergerakan pasar keuangan global. Situasi AS dan Iran hentikan serangan ini menjadi ujian bagi ketahanan pasar dan kemampuan investor untuk menavigasi ketidakpastian.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar