Poros Informasi – Pulau Dewata, magnet pariwisata dunia dan motor ekonomi nasional, kini dapat bernapas lega. PT Pertamina Patra Niaga, melalui inspeksi langsung di lapangan, menegaskan kesiapan optimal Fuel Terminal Sanggaran dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kesiapan ini menjadi pilar utama dalam menjamin kelancaran distribusi energi, vital bagi keberlangsungan sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat di destinasi primadona ini.
Komitmen Pertamina: Menopang Denyut Ekonomi Bali

Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, secara langsung memimpin peninjauan kesiapan infrastruktur energi di Bali pada Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sabar menegaskan urgensi menjaga ketersediaan energi di Pulau Dewata. "Sebagai destinasi nasional dan internasional, termasuk untuk aktivitas penerbangan, kebutuhan energi di Bali harus terus dijaga agar masyarakat dan wisatawan dapat terlayani dengan baik," ujarnya, menggarisbawahi peran strategis Bali dalam peta ekonomi dan pariwisata global.
Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah proaktif Pertamina dalam memastikan stabilitas pasokan energi di tengah dinamika kebutuhan yang terus meningkat, terutama dengan pulihnya sektor pariwisata pasca-pandemi. Keandalan pasokan energi adalah fondasi tak tergantikan bagi operasional hotel, restoran, transportasi, hingga mobilitas harian penduduk lokal dan wisatawan.
Fuel Terminal Sanggaran: Jantung Distribusi Energi Pulau Dewata
Fokus utama peninjauan Sabar Yudo Suroso adalah Fuel Terminal Sanggaran. Di fasilitas vital ini, ia meninjau secara mendalam kesiapan operasional serta efektivitas pengelolaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melayani seluruh penjuru Bali. Sabar menekankan bahwa kesiapan Fuel Terminal Sanggaran merupakan mata rantai krusial dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Proses mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran produk kepada konsumen harus berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, keandalan pasokan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk semata, melainkan juga pada kesiapan sarana dan prasarana pendukung, serta ketepatan dalam proses distribusinya. "Seluruh proses harus berjalan dengan baik agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan dan tidak mengganggu roda perekonomian," jelas Sabar, memberikan perspektif holistik terhadap manajemen energi. Ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya melihat kuantitas, tetapi juga kualitas dan efisiensi dalam rantai pasok.
SPBU Bandara Ngurah Rai: Gerbang Layanan Energi Internasional
Selain Fuel Terminal Sanggaran, SPBU Pertamina yang berlokasi strategis di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga menjadi sorotan. Kesiapan SPBU ini sangat fundamental mengingat perannya sebagai gerbang utama bagi wisatawan mancanegara dan domestik, serta penopang operasional penerbangan yang padat. Dengan kesiapan optimal, Pertamina memastikan bahwa mobilitas di salah satu bandara tersibuk di Indonesia ini tidak akan terhambat oleh isu pasokan energi.
Ketersediaan BBM yang terjamin di titik-titik krusial seperti bandara tidak hanya mendukung kelancaran transportasi udara, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelancong yang mengandalkan kendaraan darat untuk menjelajahi keindahan Bali. Ini adalah bagian integral dari pengalaman pariwisata yang mulus dan tanpa kendala.
Dengan langkah proaktif ini, Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga ketahanan energi di Bali. Kesiapan infrastruktur dan sistem distribusi yang terintegrasi diharapkan mampu menjadi jaminan bagi kelangsungan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Dewata di masa mendatang, memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang stabil dan terpercaya.






