Jurus Purbaya: PFII Bakal Gaet Rp500 T Investasi Global?

Renita

Poros Informasi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keyakinannya yang kuat bahwa inisiatif pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menjadi magnet raksasa yang mampu menarik arus modal asing secara signifikan ke Tanah Air. Optimisme ini muncul seiring proyeksi ambisius bahwa PFII berpotensi menyedot investasi global hingga melampaui angka Rp500 triliun. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

PFII: Harapan Baru Penarik Modal Asing

Jurus Purbaya: PFII Bakal Gaet Rp500 T Investasi Global?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Purbaya menjelaskan, proyeksi nilai investasi fantastis tersebut sangat bergantung pada daya tarik paket insentif dan fasilitas yang akan ditawarkan PFII kepada para investor global. "Jika insentif dan fasilitas yang kita siapkan benar-benar menarik dan berhasil memikat, bukan tidak mungkin angka yang masuk bisa jauh lebih besar dari Rp500 triliun," ungkap Purbaya kepada awak media usai menerima kunjungan Menteri ESDM di kantornya, Selasa (11/8/2026).

Ia menekankan bahwa keberadaan PFII dirancang untuk menciptakan ekosistem keuangan yang kompetitif, setara dengan pusat finansial terkemuka di dunia, sehingga mampu bersaing dalam perebutan modal investasi. Inisiatif ini diharapkan mampu menempatkan Indonesia pada peta investasi global sebagai destinasi yang menjanjikan.

Danantara Siapkan Kalkulasi Detail dan Modal Awal

Meskipun angka Rp500 triliun telah disebut, Purbaya mengklarifikasi bahwa estimasi tersebut masih merupakan proyeksi awal. Perhitungan lebih rinci mengenai potensi dana yang dapat dihimpun, serta skema pengembangannya, akan menjadi tanggung jawab Danantara. Entitas ini ditunjuk sebagai pihak yang menyiapkan modal awal untuk pengembangan kawasan keuangan strategis tersebut.

"Detail perhitungannya nanti akan diserahkan kepada Danantara. Mereka yang akan mengkaji secara mendalam potensi dan proyeksi keuangannya," tegas Purbaya, menyoroti peran sentral Danantara dalam mewujudkan visi PFII. Ini menunjukkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dalam pengembangan pusat finansial ini.

Insentif Fiskal Tanpa Menggerus Penerimaan Negara

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi kerugian fiskal akibat pemberian insentif, Purbaya memastikan bahwa kebijakan fasilitas dan insentif perpajakan di kawasan PFII telah dirancang dengan cermat. Ia menjamin bahwa skema tersebut tidak akan menggerus penerimaan negara maupun memicu kerugian fiskal.

"Kami telah menghitung dengan seksama. Pemberian insentif ini justru diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian nasional dan penerimaan negara dalam jangka panjang, bukan sebaliknya," pungkasnya. Kehadiran PFII diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas dan transfer pengetahuan yang bermanfaat bagi Indonesia, memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar