Kejutan Agustus! Harga BBM Pertamina 13/8/2026: Ada yang Anjlok!

Renita

Poros Informasi – Kabar gembira datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina Patra Niaga, sebagai operator utama distribusi bahan bakar di Indonesia, resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Efektif sejak 1 Agustus 2026, beberapa jenis BBM unggulan mengalami penurunan harga, memberikan angin segar bagi konsumen di tengah dinamika ekonomi. Penurunan ini menjadi sorotan utama pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, saat masyarakat kembali mengecek daftar harga terbaru di berbagai kanal informasi.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi: Rincian Lengkap

Kejutan Agustus! Harga BBM Pertamina 13/8/2026: Ada yang Anjlok!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kebijakan harga yang dinamis ini menunjukkan respons Pertamina terhadap kondisi pasar global dan upaya menjaga daya beli masyarakat. Penyesuaian ini berfokus pada produk-produk BBM nonsubsidi yang harganya memang lebih fleksibel mengikuti mekanisme pasar.

Pertamax Series Turun Signifikan

Penurunan harga paling terasa terjadi pada lini produk Pertamax, yang banyak digunakan oleh kendaraan pribadi.

  • Pertamax kini dibanderol Rp15.950 per liter, turun Rp300 dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter.
  • Tak hanya itu, varian performa tinggi, Pertamax Turbo, juga mengalami koreksi harga yang cukup substansial, menjadi Rp18.300 per liter dari Rp19.300 per liter, atau anjlok sebesar Rp1.000.
  • Sementara itu, Pertamax Green, produk yang mengedepankan aspek keberlanjutan, turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter dari harga sebelumnya Rp17.000 per liter.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada fluktuasi harga BBM.

Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Lainnya Stabil

Di sisi lain, beberapa jenis BBM lainnya terpantau stabil, menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas harga pada segmen tertentu.

  • Harga Dexlite tetap bertahan di angka Rp19.700 per liter.
  • Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp21.150 per liter.
  • Untuk BBM bersubsidi yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, Pertalite dan Biosolar, harganya juga tetap dipertahankan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.

Stabilitas harga pada segmen subsidi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Pertamina dalam menjaga keterjangkauan energi bagi lapisan masyarakat luas, khususnya mereka yang paling rentan terhadap gejolak harga.

Rasionalisasi Kebijakan Harga Pertamina

Penyesuaian harga yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga bukanlah tanpa dasar. Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah. Faktor-faktor utama yang dipertimbangkan meliputi tren harga rata-rata minyak dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta yang tak kalah penting, daya beli masyarakat.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," tegas Kitty, seperti dikutip oleh porosinformasi.co.id. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan bagian integral dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kebijakan harga yang dinamis ini mencerminkan respons Pertamina terhadap kondisi pasar global sekaligus kepedulian terhadap stabilitas ekonomi domestik. Dengan adanya penurunan harga pada beberapa jenis BBM nonsubsidi, diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi sektor transportasi dan logistik, serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar