Poros Informasi – 19 Agustus 2026 | Perusahaan investasi kripto, Bitmine Immersion Technologies, kembali menunjukkan ambisinya yang kian nyata dalam menguasai pasar Ethereum. Dalam sepekan terakhir, Bitmine dilaporkan kembali menambah kepemilikan Ethereum senilai sekitar US$18,9 juta, setara dengan 9.926 ETH. Langkah strategis ini semakin mendekatkan Bitmine pada target ambisiusnya untuk menguasai 5% dari total suplai Ethereum yang beredar, sebuah pencapaian yang akan menempatkannya sebagai salah satu pemegang institusional paling dominan.
Dengan tambahan terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine kini diperkirakan mencapai sekitar 5,81 juta ETH. Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa pembelian ini merupakan bagian dari inisiatif yang mereka sebut sebagai “Alchemy of 5%”. Dalam rilis sebelumnya, perusahaan yang didukung oleh Tom Lee ini telah mengindikasikan bahwa mereka sudah mencapai sekitar 96% dari target tersebut, dengan total aset kripto dan kas yang dikelola mencapai kisaran US$11 miliar. Keputusan Bitmine untuk terus mengakumulasi ETH secara konsisten sejak meluncurkan strategi treasury Ethereum menegaskan keyakinan mereka terhadap aset digital ini.
Strategi Akumulasi Berkelanjutan dan Dampaknya
Pembelian 9.926 ETH merupakan kelanjutan dari strategi akumulasi mingguan Bitmine. Perusahaan ini tidak pernah berhenti membeli ETH sejak awal. Pembaruan terbaru menempatkan kepemilikan ETH Bitmine pada angka 5.815.164 ETH, dengan nilai pasar sekitar US$11 miliar. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 4,8% dari suplai beredar Ethereum. Ini berarti, Bitmine hanya membutuhkan tambahan sekitar 226.000 ETH untuk mencapai target krusial 5% suplai. Jika tren akumulasi ini berlanjut, Bitmine berpotensi menjadi pemain institusional yang sangat berpengaruh di ekosistem Ethereum.
Lebih dari sekadar eksposur terhadap pergerakan harga ETH, strategi ini memposisikan Bitmine sebagai pemain kunci dalam narasi Ethereum sebagai aset treasury korporasi. Perusahaan tidak hanya menyimpan aset, tetapi melihat ETH sebagai infrastruktur keuangan masa depan.
Ethereum sebagai Infrastruktur Keuangan Baru
Tom Lee, sosok di balik strategi Bitmine, mengaitkan akumulasi besar-besaran ETH dengan peran fundamental Ethereum dalam tokenisasi aset dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang bersifat agentic. Menurut pandangannya, Ethereum memiliki potensi menjadi tulang punggung bagi transaksi otomatis berbasis blockchain dan pasar keuangan on-chain. Bitmine juga mengaitkan strategi treasury Ethereum mereka dengan perkembangan regulasi dan infrastruktur aset digital di Amerika Serikat. Perubahan kebijakan seperti GENIUS Act dan SEC Project Crypto dinilai sebagai katalis penting bagi pertumbuhan layanan keuangan berbasis blockchain.
Pendekatan Bitmine ini berbeda dari strategi treasury konvensional yang hanya berfokus pada lindung nilai. Mereka membangun tesis bahwa ETH dapat menghasilkan nilai berkelanjutan melalui penggunaan jaringan, staking, tokenisasi, dan berbagai aktivitas on-chain jangka panjang. Dengan kata lain, Bitmine melihat ETH sebagai aset produktif, bukan sekadar aset spekulatif.
Mayoritas Kepemilikan ETH Di-staking untuk Pendapatan Pasif
Salah satu pilar penting dalam strategi Bitmine adalah memaksimalkan potensi pendapatan pasif melalui staking. Dilaporkan bahwa sebagian besar dari jutaan ETH yang mereka miliki tidak hanya disimpan, tetapi juga ditempatkan untuk menghasilkan imbalan (reward). Dalam rilis sebelumnya, Bitmine telah mengalokasikan sekitar 4,91 juta ETH untuk staking, dengan nilai sekitar US$9,2 miliar. Perusahaan bahkan memperkirakan imbalan staking tahunan dapat mencapai US$291 juta jika seluruh aset di-staking oleh mitra mereka.
Dalam materi terbaru, angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, dengan sekitar 5,07 juta ETH atau 87% dari total kepemilikan Bitmine yang telah di-staking. Jika proyeksi ini tercapai, staking akan menjadi sumber pendapatan berulang yang substansial, di samping potensi apresiasi harga ETH itu sendiri. Strategi ini membuat Bitmine lebih kompleks, mengubah treasury ETH menjadi aset yang menghasilkan pendapatan aktif. Namun, perlu dicatat bahwa staking juga membawa risiko inheren, termasuk risiko teknis, risiko validator, fluktuasi yield, dan potensi tekanan regulasi.
Akumulasi Institusional Belum Menjamin Reli Instan
Pembelian masif oleh Bitmine tentu menjadi sinyal positif dan indikasi kepercayaan institusional terhadap masa depan Ethereum. Namun, akumulasi besar tidak serta merta menjamin lonjakan harga ETH secara instan. Dari perspektif teknikal, sejumlah analis masih mengamati level-level krusial pada grafik harga ETH. Michaël van de Poppe, misalnya, menyoroti US$1.870 sebagai level support penting dan US$2.000 sebagai resistance utama. Penembusan di bawah US$1.870 dapat memicu pelemahan lebih lanjut, sementara terobosan di atas US$2.000 berpotensi membuka jalan menuju pemulihan yang lebih kuat, bahkan hingga US$2.800.
Analis lain, Ted Pillows, juga mengidentifikasi adanya ‘sell wall’ yang signifikan di kisaran US$1.950 hingga US$2.000, sementara minat beli terkonsentrasi di area US$1.800 hingga US$1.850. Ini menegaskan bahwa ETH masih perlu menembus resistance psikologis US$2.000 untuk mengonfirmasi momentum bullish yang berkelanjutan. Bitmine Makin Dekat Kuasai 5% Suplai Ethereum Usai Tambah 9.926 ETH menjadi berita penting, namun pasar akan mencermati pergerakan harga ETH itu sendiri.
Whale Lain Ikut Bergerak, Aktivitas Jaringan Meningkat
Bitmine bukanlah satu-satunya pemain besar yang terlihat mengakumulasi Ethereum. Data dari Lookonchain menunjukkan bahwa alamat whale 0x8447 baru-baru ini membeli tambahan 5.000 ETH senilai sekitar US$9,53 juta dan langsung melakukan staking. Wallet ini kini telah mengumpulkan total 10.657 ETH senilai US$20,07 juta. Aksi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar lainnya juga melihat peluang akumulasi pada level harga saat ini.
Di sisi lain, aktivitas jaringan Ethereum juga menunjukkan peningkatan. Ali Martinez melaporkan lonjakan jumlah alamat baru harian Ethereum, dari 121.210 pada 8 Agustus menjadi 212.560. Kenaikan ini mencerminkan partisipasi on-chain yang lebih aktif. Jika tren akumulasi institusional, pembelian whale, dan pertumbuhan alamat baru terus berlanjut, sentimen positif terhadap ETH berpotensi menguat. Namun, konfirmasi harga tetap menjadi kunci untuk merefleksikan narasi tersebut dalam momentum pasar yang lebih kuat.
ETH Perlu Tembus US$2.000 untuk Momentum Bullish Jangka Pendek
Strategi Bitmine, yang semakin mendekatkan mereka pada target 5% suplai Ethereum, memperkuat narasi bullish jangka panjang untuk ETH. Kepemilikan yang masif dan strategi staking yang agresif menunjukkan keyakinan institusional terhadap peran ETH sebagai aset produktif. Namun, untuk jangka pendek, fokus pasar tetap tertuju pada level teknikal. Ethereum perlu menembus dan bertahan di atas US$2.000 untuk membuka peluang kenaikan yang lebih signifikan, dengan target pemulihan potensial menuju US$2.800 jika kondisi pasar mendukung.
Sebaliknya, jika ETH gagal menembus US$2.000 dan kehilangan support krusial di US$1.870, tekanan jual dapat kembali meningkat. Dalam skenario ini, akumulasi yang dilakukan oleh Bitmine mungkin belum cukup untuk menahan koreksi jangka pendek. Meskipun Bitmine Makin Dekat Kuasai 5% Suplai Ethereum Usai Tambah 9.926 ETH, efektivitasnya sebagai pemicu reli jangka pendek masih bergantung pada konfirmasi pasar yang lebih luas.







