Poros Informasi – Di tengah gejolak pasar yang tak menentu, Strategy, raksasa investasi yang dikenal loyal pada Bitcoin, kembali membuat gebrakan. Pekan lalu, perusahaan ini secara strategis melepas jutaan saham MSTR senilai US$333,7 juta antara tanggal 10 hingga 16 Agustus 2026. Namun, langkah finansial besar ini tidak sedikit pun menggoyahkan kepemilikan Bitcoin mereka. Analisis dari porosinformasi.co.id mengonfirmasi bahwa Strategy tidak melakukan pembelian maupun penjualan Bitcoin selama periode tersebut, mempertahankan total kepemilikan di angka 840.447 BTC yang fantastis.
Langkah ini bukan sekadar manuver biasa; ini adalah sinyal kuat bahwa Strategy tetap memandang Bitcoin sebagai aset treasury jangka panjang yang tak tergantikan. Di saat yang sama, mereka secara cerdik memperkuat fleksibilitas keuangan perusahaan, mengelola kewajiban, dan memperbesar cadangan kas tanpa menyentuh aset kripto utamanya.

Mengapa Strategy Tak Goyah dengan Bitcoinnya?
Keputusan untuk mempertahankan Bitcoin di tengah penjualan saham MSTR yang signifikan menunjukkan prioritas Strategy. Alih-alih menggunakan dana hasil penjualan untuk menambah koleksi Bitcoin, perusahaan memilih jalur yang lebih konservatif namun strategis: memperkuat neraca keuangan. Ini adalah taktik yang menarik, terutama bagi para pengamat pasar kripto yang selalu menantikan setiap pergerakan Strategy.
Perkuat Cadangan Kas, Bukan Beli Bitcoin Baru
Dari total penjualan saham MSTR senilai US$333,7 juta, Strategy mengalokasikan sebagian besar dananya untuk berbagai tujuan strategis:
- Meningkatkan Cadangan Dolar AS: Sebesar US$149,1 juta dialirkan ke cadangan dolar AS, meningkatkan total reserve perusahaan menjadi sekitar US$4,8 miliar. Cadangan kas yang lebih besar ini, seperti dikutip dari Coinedition, memberikan Strategy bantalan yang kokoh untuk menghadapi volatilitas pasar, memenuhi kewajiban pendanaan, dan menjaga kelincahan finansial tanpa perlu menjual Bitcoin.
- Pembayaran Dividen Saham Preferen: Sekitar US$52,4 juta digunakan untuk membayar dividen saham preferen STRC. Ini adalah bagian dari strategi manajemen modal yang semakin kompleks, mengingat Strategy kini memiliki beragam instrumen pendanaan.
- Pembelian Kembali Sekuritas STRC: Sebesar US$132,2 juta dialokasikan untuk membeli kembali sekuritas STRC melalui Program Pembelian Kembali Sekuritas Kredit Digital mereka. Langkah ini berpotensi memperkuat struktur saham preferen perusahaan sekaligus menjaga posisi kas tetap besar.
Menariknya, pola ini berbeda dari kebiasaan Strategy di masa lalu, di mana mereka sering memanfaatkan pendanaan dari pasar modal untuk mengakumulasi lebih banyak Bitcoin. Kali ini, fokusnya bergeser ke penguatan neraca dan menjaga kapasitas pendanaan, sebuah langkah defensif yang cerdas di tengah harga Bitcoin yang masih berada di bawah rata-rata biaya akuisisi mereka. Michael Saylor, pendiri Strategy, melalui akun X-nya pada 17 Agustus 2026, mengonfirmasi penambahan US$150 juta ke cadangan USD dan pembelian kembali US$132 juta STRC, memperpanjang durasi USD menjadi 2,8 tahun.
Bitcoin Treasury Strategy: Angka dan Implikasi
Strategy masih memegang teguh 840.447 BTC, sebuah angka yang setara dengan sekitar 4% dari total suplai maksimum Bitcoin yang mencapai 21 juta BTC. Posisi ini menempatkan Strategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, sebuah gelar yang terus mereka pertahankan dengan gigih.
Total biaya akuisisi Bitcoin Strategy tercatat sekitar US$63,4 miliar, termasuk biaya dan pengeluaran. Ini menempatkan rata-rata harga pembelian di sekitar US$75.385 per BTC. Dengan harga Bitcoin saat ini yang berada di bawah rata-rata pembelian tersebut, portofolio BTC Strategy masih mencatat "kerugian belum terealisasi" atau paper loss sekitar US$10 miliar. Namun, keputusan untuk tidak menjual BTC pada periode terbaru ini memperkuat sinyal bahwa Strategy melihat BTC sebagai aset strategis jangka panjang, bukan sekadar instrumen trading jangka pendek.
Tekanan ‘Paper Loss’ dan Persepsi Pasar
Meskipun posisi Bitcoin tidak berubah, investor tentu saja mencermati besarnya paper loss pada treasury BTC Strategy. Agar posisi perusahaan kembali mendekati titik impas, harga Bitcoin perlu bergerak lebih tinggi dari rata-rata pembelian US$75.385 per BTC.
Kerugian belum terealisasi sebesar US$10 miliar memang tidak langsung menjadi kerugian aktual selama perusahaan tidak menjual Bitcoin. Namun, angka tersebut tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap saham MSTR. Di sisi lain, kepemilikan Bitcoin sebesar 840.447 BTC memberikan Strategy eksposur besar jika harga Bitcoin kembali pulih. Inilah yang membuat saham MSTR sering dipandang sebagai proxy terhadap pergerakan BTC. Dengan cadangan kas yang meningkat, Strategy tampaknya berusaha menjaga kemampuan bertahan sambil mempertahankan eksposur besar terhadap Bitcoin.
Proyeksi ke Depan: Loyalitas Jangka Panjang Strategy pada BTC
Secara keseluruhan, langkah Strategy menunjukkan kombinasi antara disiplin treasury dan manajemen likuiditas yang cermat. Perusahaan menjual saham MSTR senilai US$333,7 juta, tetapi tidak mengurangi kepemilikan Bitcoin. Dana dari penjualan saham digunakan untuk memperbesar cadangan kas, membayar dividen STRC, dan membeli kembali sekuritas preferen. Strategi ini memberi perusahaan ruang lebih besar untuk menghadapi volatilitas pasar tanpa harus melepas BTC.
Untuk saat ini, fokus investor akan tertuju pada dua hal krusial. Pertama, apakah Strategy akan kembali membeli Bitcoin jika harga melemah atau likuiditas membaik. Kedua, apakah perusahaan dapat menjaga cadangan kas dan kewajiban dividen tanpa memberi tekanan tambahan pada saham MSTR.
Selama Bitcoin masih berada di bawah rata-rata harga pembelian Strategy, tekanan paper loss akan tetap menjadi perhatian. Namun, keputusan mempertahankan 840.447 BTC menunjukkan perusahaan belum mengubah tesis jangka panjangnya terhadap Bitcoin. Dengan posisi sebesar 4% dari suplai maksimum BTC, Strategy tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam narasi Bitcoin treasury korporasi. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada pergerakan harga BTC, akses perusahaan ke pasar modal, dan kemampuan Strategy menjaga neraca tetap kuat tanpa mengurangi kepemilikan Bitcoin.
Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News Poros Informasi untuk update berita kripto dan download aplikasi trading Bitcoin & kripto sekarang.






