Analisis Benjamin Cowen: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Menguat?

Amalia Citra

Amalia Citra

Analisis Benjamin Cowen: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Menguat?
Analisis Benjamin Cowen: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Menguat?

Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming, Peluang Pemulihan Menguat

Poros Informasi – 27 Agustus 2026 | Analis kripto terkemuka, Benjamin Cowen, baru-baru ini menyampaikan pandangannya yang optimis mengenai pergerakan harga Ethereum (ETH). Melalui analisis berbasis data dan model siklus pasar yang menjadi ciri khasnya, Cowen menilai ada peluang signifikan bahwa Ethereum telah berhasil melewati fase bottoming atau titik terendahnya, dan kini mulai memasuki tahap pemulihan. Prediksi ini muncul setelah Ethereum sempat mengalami penurunan hingga menyentuh level sekitar US$1.500.

Kembali ke Zona Valuasi yang Sehat

Salah satu dasar analisis Cowen terletak pada penggunaan regression band, sebuah indikator yang ia terapkan untuk memantau posisi harga Ethereum terhadap tren jangka panjangnya. Menurut pengamatannya, Ethereum yang sempat menyentuh batas bawah regression band di level US$1.500 menunjukkan pola yang mirip dengan siklus pasar sebelumnya di tahun 2015, 2016, dan 2019. Kala itu, Ethereum juga mendekati bagian bawah band sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan yang positif.

Setelah mengalami reli terbaru, Ethereum dilaporkan kembali memasuki area yang menurut model Cowen merepresentasikan fair value atau nilai wajar, yakni berkisar antara US$2.300 hingga US$2.400. Ini menandakan bahwa, berdasarkan pendekatan analisisnya, Ethereum telah cukup menjauh dari dasar penurunan sebelumnya dan kini kembali berada dalam zona valuasi yang dianggap sehat.

Peluang Ethereum Mencapai Titik Terendah Lebih Besar Dibanding Bitcoin

Menariknya, Cowen melihat peluang Ethereum telah mencetak titik terendah (bottom) lebih besar dibandingkan dengan Bitcoin. Salah satu alasan utama di balik pandangan ini adalah sejarah pergerakan Ethereum yang kerap menunjukkan kemampuannya membentuk cycle low (titik terendah siklus) pada periode musim panas. Dalam siklus-siklus sebelumnya, Ethereum tercatat sempat membentuk titik terendahnya pada kisaran bulan Juni hingga Juli sebelum akhirnya bergerak naik kembali.

Berdasarkan pengamatan historis tersebut, Cowen memperkirakan jika pasar saham secara umum tidak mengalami koreksi yang berarti dalam satu hingga dua bulan ke depan, maka peluang Ethereum sudah mencapai titik terendahnya dapat mencapai sekitar 70%. Penting untuk dicatat bahwa angka 70% ini merupakan estimasi dari Cowen, bukan jaminan statistik bahwa ETH tidak akan mencetak level terendah baru.

Risiko Terbesar Justru Berasal dari Pasar Saham

Meskipun pandangan terhadap Ethereum cenderung positif, Cowen tidak menampik adanya satu risiko utama yang dapat memicu koreksi lebih lanjut, yaitu potensi penurunan di pasar saham Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa secara historis, Ethereum memiliki korelasi yang cukup erat dengan pergerakan saham AS. Sebagai contoh, pada tahun 2022 dan awal 2025, penurunan sekitar 20% pada indeks S&P 500 diikuti oleh penurunan Ethereum yang lebih dalam, mencapai sekitar 50%.

Cowen memproyeksikan, jika terjadi koreksi saham sebesar 10%, Ethereum berpotensi mengalami penurunan sekitar 25%. Dalam skenario seperti ini, ETH masih memiliki peluang untuk membentuk higher low (titik terendah yang lebih tinggi dari sebelumnya), seperti yang terjadi pada tahun 2023 sebelum akhirnya berbalik arah menjadi tren bullish. Oleh karena itu, pertanyaan krusial bukan hanya apakah Ethereum sudah mencapai bottom, tetapi bagaimana aset ini akan bereaksi jika pasar saham kembali mengalami koreksi.

Skenario Pergerakan Ethereum dan Peran Pasar Saham

Cowen menguraikan beberapa skenario pergerakan Ethereum ke depan. Skenario pertama, jika pasar saham tetap stabil dan tidak mengalami koreksi signifikan dalam satu hingga dua bulan mendatang, maka keyakinan bahwa Ethereum telah mencetak low akan semakin menguat. Skenario kedua, jika indeks S&P 500 mengalami koreksi sekitar 20%, Ethereum berpotensi kembali tertekan dan bahkan menguji level terendah sebelumnya. Hal ini menjadikan fase berikutnya sebagai ujian penting bagi tesis bottoming Ethereum.

Jika Ethereum mampu bertahan dan menunjukkan kekuatan meskipun pasar saham mengalami koreksi ringan, struktur pergerakan harganya akan lebih menyerupai pola higher low yang pernah terjadi di siklus-siklus sebelumnya. Ini akan menjadi indikasi pemulihan yang lebih kuat.

200-Day Moving Average Menjadi Level Kritis

Dalam jangka pendek, perhatian Cowen tertuju pada 200-day moving average (MA200) Ethereum. Level ini dianggap sebagai resistensi penting, mengingat Ethereum sempat mengalami kesulitan saat mencoba menembus MA200 pada bulan Mei lalu. Kini, setelah reli terbaru, ETH kembali menguji area tersebut. Jika Ethereum berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas MA200, Cowen berpendapat bahwa sinyal pemulihan akan semakin kuat.

Sebaliknya, jika ETH tertahan di level MA200 dan kemudian pasar saham mengalami koreksi, Ethereum masih berpotensi untuk kembali turun dan menguji level support yang lebih rendah. Perlu digarisbawahi bahwa prediksi Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming ini merupakan analisis berdasarkan data dan pola historis, dan pasar kripto selalu memiliki tingkat volatilitas yang tinggi.

Penting bagi investor untuk terus memantau perkembangan pasar saham AS serta indikator teknikal Ethereum, termasuk MA200, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Prediksi Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming ini memberikan perspektif yang menarik, namun keputusan investasi tetap harus didasarkan pada riset mendalam dan toleransi risiko masing-masing investor.

Pandangan Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming ini menjadi sorotan di kalangan pelaku pasar kripto, yang menantikan konfirmasi lebih lanjut mengenai pemulihan tren bullish Ethereum.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar