Ajaib! Stacks Melonjak 132% Sepekan, STX Uji Resistance Kunci US$0,30: Apa Selanjutnya?

Amalia Citra

Amalia Citra

Ajaib! Stacks Melonjak 132% Sepekan, STX Uji Resistance Kunci US$0,30: Apa Selanjutnya?
Ajaib! Stacks Melonjak 132% Sepekan, STX Uji Resistance Kunci US$0,30: Apa Selanjutnya?

Reli Spektakuler Stacks: STX Catat Kenaikan 132% dalam Seminggu, Bidik Level Psikologis US$0,30

Poros Informasi – 26 Agustus 2026 | Aset kripto Stacks (STX) baru-baru ini mengukir performa luar biasa, menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi dalam sepekan terakhir. Data terkini menunjukkan token ini melonjak lebih dari 132% dalam tujuh hari terakhir, bergerak di kisaran US$0,279. Performa impresif ini berhasil menarik kembali perhatian para trader setelah sekian lama berada dalam tren penurunan.

Tim Research Tokocrypto mengidentifikasi beberapa faktor utama di balik reli tajam STX. Kombinasi momentum pasar yang positif, narasi seputar Bitcoin Layer-2 yang kembali menguat, serta peningkatan aktivitas pada pasar derivatif menjadi pendorong utama kenaikan ini. Namun, STX kini dihadapkan pada ujian krusial di area resistensi kunci US$0,29 hingga US$0,30. Level psikologis ini akan menjadi penentu apakah reli akan berlanjut menembus rekor baru atau justru memasuki fase konsolidasi.

Posisi Stacks sebagai jaringan smart contract yang terintegrasi erat dengan ekosistem Bitcoin membuat pergerakan harganya sangat sensitif terhadap arah pergerakan Bitcoin (BTC). Jika Bitcoin terus menunjukkan tren penguatan, STX berpotensi besar untuk turut terdorong naik. Sebaliknya, koreksi pada harga Bitcoin dapat memberikan tekanan tambahan pada STX.

Narasi Bitcoin Layer-2 Menggairahkan Minat Investor

Kenaikan harga STX tidak semata-mata dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara umum. Investor kembali menaruh perhatian pada Stacks berkat posisinya sebagai salah satu proyek pionir yang membawa fungsionalitas smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) ke dalam ekosistem Bitcoin. Narasi Bitcoin Layer-2 semakin mendapat sorotan ketika Bitcoin menunjukkan pergerakan harga yang kuat, memicu peningkatan minat pada aset-aset terkait BTC.

Dalam kondisi pasar seperti ini, STX seringkali dipandang sebagai aset dengan beta yang lebih tinggi terhadap Bitcoin. Artinya, ketika Bitcoin menguat, STX memiliki potensi untuk bergerak lebih agresif. Para trader cenderung mencari aset yang memiliki kaitan kuat dengan narasi BTC namun menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar. Selain itu, perhatian terhadap pembaruan Nakamoto upgrade juga menjadi salah satu faktor pendukung sentimen positif. Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan (throughput), memperkuat keamanan, dan mengoptimalkan performa jaringan Stacks secara keseluruhan.

Analisis Teknikal: STX Bertahan di Atas Moving Average Utama

Secara teknikal, struktur harga STX pada grafik empat jam menunjukkan performa yang masih solid. Harga STX terpantau berada di atas sejumlah exponential moving average (EMA) utama, menandakan bahwa tren jangka pendek masih berpihak pada para pembeli. EMA 20 tercatat berada di kisaran US$0,2422, sementara EMA 50 berada di US$0,2037. Lebih jauh ke bawah, EMA 100 dan EMA 200 masing-masing berada di sekitar US$0,1757 dan US$0,1615.

Selama harga mampu bertahan di atas EMA 20, momentum bullish jangka pendek diperkirakan masih dapat dipertahankan. Level ini juga berfungsi sebagai area support penting jika STX mengalami koreksi setelah reli besar yang terjadi. Namun, kenaikan harga yang terlalu cepat juga meningkatkan risiko terjadinya konsolidasi. Setelah mencatat kenaikan lebih dari 130% dalam sepekan, sebagian trader mungkin mulai mempertimbangkan untuk mengambil keuntungan (profit-taking).

US$0,30 Menjadi Level Penentu: Support dan Resistance Kunci

Resistensi utama yang dihadapi STX saat ini berada di area US$0,29–US$0,30. Level ini merupakan penghalang psikologis penting yang harus berhasil ditembus untuk membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut. Jika STX mampu menembus dan bertahan di atas US$0,30, target berikutnya yang perlu diwaspadai adalah kisaran US$0,32. Dengan momentum yang tetap kuat, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistensi yang lebih luas di US$0,32–US$0,33.

Namun, skenario sebaliknya juga patut dipertimbangkan. Jika STX gagal menembus level US$0,30, harga berpotensi memasuki fase konsolidasi. Dalam kondisi tersebut, para trader akan fokus memantau apakah level support terdekat mampu menahan tekanan jual. Indikator Bollinger Band %B yang berada di sekitar 1,00 menunjukkan bahwa harga telah bergerak mendekati upper band. Hal ini mengonfirmasi momentum yang kuat, namun juga memberikan sinyal bahwa STX mulai menunjukkan tanda-tanda overextended dalam jangka pendek.

Di sisi bawah, level US$0,2532 menjadi support pertama yang krusial untuk dipantau. Area ini berfungsi sebagai pertahanan awal jika STX gagal menembus US$0,30 dan mulai terkoreksi. Jika US$0,2532 berhasil bertahan, STX masih memiliki peluang untuk kembali menguji area resistensi US$0,29–US$0,30. Konsolidasi yang sehat di atas area ini dapat dianggap sebagai penyesuaian normal setelah reli besar.

Namun, jika US$0,2532 ditembus, perhatian akan beralih ke EMA 20 di kisaran US$0,2422. Level ini menjadi batas penting bagi struktur bullish jangka pendek. Penurunan di bawah US$0,2422 dapat melemahkan momentum dan membuka peluang koreksi lebih lanjut menuju US$0,2243. Jika tekanan jual terus berlanjut, level support yang lebih dalam dapat ditemukan di sekitar US$0,2040 dan US$0,1838.

Aktivitas Derivatif dan Exchange Inflow: Sinyal Ganda

Data dari pasar derivatif menunjukkan adanya peningkatan spekulasi terhadap STX. Open interest STX dilaporkan melonjak dari sekitar US$17 juta pada pertengahan Agustus menjadi sekitar US$57,15 juta per 26 Agustus. Peningkatan open interest ini mengindikasikan para trader mulai membangun kembali posisi leverage seiring dengan kenaikan harga. Hal ini berpotensi memperkuat tren bullish jika harga terus mencetak higher high.

Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko volatilitas. Jika harga berbalik turun secara tiba-tiba, posisi leverage yang ada dapat mengalami likuidasi, yang pada gilirannya dapat mempercepat tekanan jual. Dengan kata lain, peningkatan open interest memberikan sinyal meningkatnya minat pasar, tetapi juga membuat reli STX lebih rentan terhadap pergerakan harga yang tajam.

Selain pasar derivatif, data spot flow juga menunjukkan aktivitas yang membaik. Setelah beberapa periode didominasi oleh outflow dari exchange, inflow mulai muncul lebih sering sejak bulan Maret. Data terbaru menunjukkan sekitar US$751.000 STX masuk ke exchange. Di satu sisi, inflow dapat meningkatkan likuiditas dan mempermudah aktivitas perdagangan. Namun, inflow ke exchange juga bisa menjadi pertanda potensi tekanan jual, mengingat token yang masuk ke platform perdagangan lebih mudah untuk dijual oleh pemiliknya.

Oleh karena itu, exchange inflow perlu dicermati dengan hati-hati. Jika inflow terjadi bersamaan dengan kenaikan harga dan volume beli yang kuat, dampaknya bisa positif. Namun, jika inflow diikuti oleh penurunan harga, pasar dapat menafsirkannya sebagai sinyal distribusi.

Outlook STX: Bullish dengan Peringatan

Secara keseluruhan, outlook untuk STX tetap bullish setelah mencatatkan reli 132% dalam sepekan. Posisi harga yang berada di atas moving average utama, peningkatan open interest, dan kembalinya narasi Bitcoin Layer-2 yang menarik perhatian menjadi faktor pendukung utama. Namun, reli yang terjadi perlu dicermati lebih lanjut dari sisi teknikal. Indikator Bollinger Band %B yang mendekati 1,00 menunjukkan momentum yang sangat kuat, namun juga menyiratkan potensi risiko memasuki fase konsolidasi.

Level terpenting di sisi atas adalah US$0,30. Jika STX berhasil menembus level ini, target selanjutnya berpotensi berada di kisaran US$0,32 hingga US$0,33. Di sisi bawah, area US$0,2532–US$0,2422 menjadi zona support utama yang perlu dipertahankan. Selama area ini mampu menahan tekanan jual, struktur bullish STX masih terjaga. Namun, penurunan di bawah US$0,2422 dapat melemahkan tren dan membuka peluang koreksi menuju US$0,2243 hingga US$0,2040.

Untuk saat ini, STX masih menjadi salah satu aset dengan momentum terkuat di pasar kripto. Namun, setelah kenaikan signifikan dalam waktu singkat, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan para pembeli untuk menembus level resistensi kunci US$0,30 atau justru mulai kehilangan tenaga.

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar