Terungkap! Jurus Ampuh Mentan Lawan El Nino, Pangan Aman?

Renita

Poros Informasi – Jakarta – Di tengah bayangan ancaman fenomena iklim El Nino yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi pangan nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tampil dengan serangkaian langkah mitigasi yang terencana dan terukur. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan melalui strategi yang telah dipersiapkan jauh hari.

"El Nino dampaknya insyaallah kita memitigasi. Kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya," ungkap Mentan Amran saat kunjungan kerjanya di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (2/9/2026). Pernyataan ini memberikan sinyal optimisme di tengah kekhawatiran akan dampak kekeringan yang bisa memicu gejolak harga dan pasokan pangan.

Terungkap! Jurus Ampuh Mentan Lawan El Nino, Pangan Aman?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ancaman El Nino dan Respons Strategis Pemerintah

El Nino, sebuah anomali iklim global yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur, kerap memicu kekeringan ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sektor pertanian, sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan penyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi salah satu yang paling rentan terhadap dampaknya. Potensi penurunan produksi akibat El Nino dapat memicu inflasi pangan, mengganggu rantai pasok, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta daya beli masyarakat.

Namun, Mentan Amran Sulaiman memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Sejak jauh sebelum El Nino menunjukkan taringnya, strategi mitigasi komprehensif telah dirumuskan dan diimplementasikan. Pendekatan proaktif ini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan menjaga stabilitas ekonomi makro yang sangat bergantung pada sektor pangan.

Pilar-Pilar Mitigasi Unggulan

Dalam kunjungannya ke Subang, Mentan Amran merinci beberapa jurus andalan yang diharapkan mampu meredam dampak El Nino. Strategi ini mencerminkan pendekatan multi-sektoral dan inovatif:

  • Program Pompanisasi Masif: Ini adalah langkah cepat untuk memastikan pasokan air irigasi tetap tersedia di lahan-lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Dengan memanfaatkan sumber air permukaan seperti sungai atau danau, pompanisasi menjadi solusi darurat yang efektif untuk mengairi sawah dan mencegah gagal panen. Investasi dalam infrastruktur pompa dan distribusinya menjadi prioritas.
  • Penguatan Infrastruktur Irigasi: Selain pompanisasi, pemerintah juga fokus pada perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi yang berkelanjutan. Infrastruktur irigasi yang kuat dan efisien memastikan distribusi air yang merata dan optimal ke seluruh area persawahan, mengurangi ketergantungan pada curah hujan dan meningkatkan resiliensi pertanian terhadap variabilitas iklim.
  • Peningkatan Produktivitas Lahan: Mentan menyebutkan upaya untuk melipatgandakan produksi melalui program seperti PM-AAS (Program Mandiri – Amran Ambo Sulaiman). Targetnya adalah meningkatkan rata-rata produksi dari lima ton menjadi sepuluh ton, atau enam ton menjadi sebelas ton per hektar. Peningkatan ini tidak hanya mengkompensasi potensi penurunan akibat El Nino tetapi juga menciptakan surplus yang dapat menstabilkan harga pasar.
  • Penggunaan Benih Unggul Tahan Kekeringan: Inovasi agronomis menjadi krusial. Pemerintah mendorong penggunaan benih varietas unggul yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi kekeringan. Benih jenis ini dapat tumbuh dan berproduksi optimal meskipun dengan ketersediaan air yang terbatas, menjadi garda terdepan dalam adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

Optimisme Berbasis Pengalaman

Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia bukanlah pemain baru dalam menghadapi El Nino. Pengalaman dari kejadian El Nino sebelumnya telah menjadi pelajaran berharga dalam merancang strategi mitigasi kali ini. "Nah itu cara mentekel, kan kita sudah punya pengalaman, kan? Insyaallah aman," tegasnya, menunjukkan optimisme yang didasari oleh data dan keberhasilan masa lalu. Keyakinan ini penting untuk menjaga stabilitas pasar dan psikologi petani, serta investor di sektor pertanian.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga pasokan pangan nasional tetap stabil. Dengan kombinasi intervensi infrastruktur, inovasi benih, dan peningkatan produktivitas, Kementerian Pertanian berupaya keras memastikan sektor pangan nasional tetap tangguh dan adaptif menghadapi tantangan iklim global. Ini adalah langkah proaktif yang esensial untuk menjaga inflasi pangan terkendali dan kesejahteraan petani terjaga.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar