Era Gas Melon Berakhir? Pemerintah Siapkan Jargas ke Rumah!

Renita

Era Gas Melon Berakhir? Pemerintah Siapkan Jargas ke Rumah!

Poros Informasi – Pemerintah tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam peta energi nasional dengan merencanakan penghentian ketergantungan pada impor LPG 3 kg atau yang akrab disapa "gas melon". Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan mengalihkan distribusi energi rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas (jargas) pipa yang langsung menyambung ke hunian warga.

Strategi besar ini merupakan bagian dari upaya transformasi energi nasional untuk mengurangi beban fiskal negara akibat tingginya angka impor bahan bakar gas.

Era Gas Melon Berakhir? Pemerintah Siapkan Jargas ke Rumah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Transformasi Model Bisnis PGN Menuju Distribusi Pipa

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa perubahan ini akan dimulai dengan merombak struktur bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Fokus perusahaan akan digeser secara masif ke sektor midstream (pengangkutan) dan downstream (distribusi hilir).

Dony menjelaskan bahwa skema distribusi energi ke masyarakat nantinya akan mengadopsi sistem yang serupa dengan layanan air bersih (PAM). Warga tidak lagi perlu membeli tabung secara eceran, melainkan cukup menyambungkan instalasi rumah ke pipa transmisi yang dikelola oleh PGN.

"Kami akan mengubah model bisnis PGN agar lebih fokus pada sektor midstream dan downstream. Nantinya, gas akan disalurkan langsung ke rumah-rumah, sehingga penggunaan gas dalam tabung melon bisa kita tinggalkan," ujar Dony dalam ajang Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Tekan Defisit Impor dan Optimalisasi CNG

Langkah ambisius ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan data yang dihimpun, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih sangat tinggi, yakni mencapai angka 80 hingga 85 persen untuk pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg. Kondisi ini secara langsung menekan belanja negara setiap tahunnya.

Dengan beralih ke jaringan gas pipa, pemerintah optimistis dapat menekan angka impor secara signifikan dan memperkuat ketahanan energi domestik.

"Tujuannya jelas, untuk menekan impor LPG kita. Dengan adanya jargas ke rumah-rumah, kebutuhan gas akan terpenuhi secara mandiri tanpa perlu lagi bergantung pada impor. Ini adalah bagian dari transformasi panjang negara kita," tambah Dony.

Selain pembangunan infrastruktur pipa, pemerintah juga tengah menjajaki opsi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi sebagai alternatif. Saat ini, uji coba pengemasan CNG dalam ukuran 3 kg sedang dilakukan untuk menjembatani masa transisi sebelum jaringan pipa menjangkau seluruh pelosok pemukiman.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar