Poros Informasi – Langkah besar diambil pemerintah Indonesia dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui sektor industri bernilai tambah tinggi. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyatakan bahwa keberhasilan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) merupakan manifestasi nyata dari keberhasilan strategi hilirisasi yang selama ini digalakkan oleh negara.
Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar transaksi perdagangan biasa, melainkan tonggak sejarah bagi kemandirian industri dalam negeri.

Hilirisasi Bukan Sekadar Wacana, Tapi Realitas Ekonomi
Presiden Prabowo menekankan bahwa ekspor baterai kendaraan listrik ini menjadi validasi bahwa kebijakan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri telah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan rantai pasok industri hijau ini terus berkembang.
"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah krusial. Ini menjadi bukti konkret bahwa strategi hilirisasi kita sudah berada di arah yang benar, dan kami akan terus mengawal kebijakan ini dengan sebaik-baiknya," ujar Presiden Prabowo di hadapan jajaran manajemen industri dan tokoh masyarakat setempat.
Sinergi Industri dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Selain menyoroti aspek teknis produksi, Presiden juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut. Ia menilai, keberhasilan sebuah industri tidak hanya diukur dari angka ekspor, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem sosial di sekitarnya.
Prabowo mencatat adanya upaya nyata dari perusahaan-perusahaan di kawasan IWIP dalam membina dan memberdayakan masyarakat lokal. Ia mendorong agar pola hubungan industrial yang harmonis dan berbasis pemberdayaan ini terus dipertahankan sebagai standar operasional di seluruh kawasan industri nasional.
Menjaga Keseimbangan Antara Profit dan Kelestarian Alam
Meski mendorong akselerasi industri secara masif, Presiden memberikan peringatan keras mengenai aspek keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa ambisi ekonomi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai global tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan hidup.
"Kita harus tetap menjaga kualitas air dan udara kita. Pengelolaan limbah harus dilakukan dengan standar yang sangat ketat. Kemajuan industri ini harus kita hadapi dengan penuh tanggung jawab demi masa depan anak dan cucu kita nanti," tegasnya.
Melalui penekanan pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ini, pemerintah ingin memastikan bahwa transformasi ekonomi menuju industri berbasis teknologi tinggi tetap berjalan selaras dengan komitmen menjaga kelestarian alam Indonesia.






