Poros Informasi – Presiden Prabowo Subianto secara tegas memberikan instruksi khusus kepada PT PLN (Persero) untuk melakukan perombakan besar-besaran guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan pelat merah tersebut. Fokus utama dalam arahan Presiden kali ini tidak hanya pada perbaikan tata kelola internal, tetapi juga pada akselerasi transisi energi melalui target ambisius penggunaan 100 gigawatt (GW) panel surya di seluruh penjuru tanah air.
Langkah ini menandai babak baru dalam kebijakan energi nasional yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian energi berbasis energi terbarukan.

Transformasi Model Bisnis PLN Menjadi Prioritas Utama
Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo menekankan pentingnya transformasi PLN agar menjadi institusi yang lebih tanggap, cepat, dan produktif dalam melayani kebutuhan energi nasional. Instruksi ini menyasar pada perubahan fundamental, terutama terkait bagaimana PLN menjalankan fungsi bisnisnya di tengah dinamika pasar energi global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa Presiden meminta jajaran manajemen PLN segera menyusun konsep transformasi yang komprehensif. Konsep ini nantinya harus mencakup pembaruan model bisnis yang lebih modern dan efisien sebelum dipaparkan kembali kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan final.
"Bapak Presiden meminta agar transformasi di PLN, terutama dari sisi model bisnisnya, segera disusun dan dipaparkan kepada beliau agar dapat segera kita tindak lanjuti," ujar Rosan usai pertemuan tersebut, Kamis (15/10/2026).
Strategi Menekan Beban Subsidi Negara
Salah satu poin krusial dalam rencana transformasi ini adalah upaya menekan beban subsidi energi yang selama ini menjadi tantangan besar bagi APBN. Dengan mengubah model bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional, pemerintah berharap PLN dapat beroperasi secara lebih mandiri dan ekonomis.
Rosan menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan tim internal PLN akan segera dilakukan untuk mengkaji ulang struktur bisnis perusahaan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda: meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah.
Akselerasi 100 GW Panel Surya sebagai Kunci Transisi
Selain perbaikan manajemen, target realisasi 100 GW panel surya menjadi agenda utama yang harus segera dikebut. Target raksasa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi dari fosil menuju energi bersih.
Implementasi panel surya skala besar ini diproyeksikan akan mengubah peta kekuatan energi di Indonesia. Jika target ini tercapai, Indonesia tidak hanya akan memperkuat ketahanan energinya, tetapi juga berpotensi menjadi pemain kunci dalam ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara. Kecepatan eksekusi di lapangan akan menjadi ujian bagi PLN dalam menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo menjadi realitas infrastruktur energi yang nyata.






