IHSG Merosot, Danantara Malah Borong Saham! Ini Strateginya

Renita

IHSG Merosot, Danantara Malah Borong Saham! Ini Strateginya

Poros Informasi – Gejolak di lantai bursa Indonesia yang dipicu oleh sentimen negatif terkait evaluasi klasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) justru menjadi peluang bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Di tengah koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu, lembaga pengelola investasi ini justru mulai melakukan aksi beli terhadap sejumlah saham di pasar modal tanah air.

Langkah agresif ini diambil bukan tanpa perhitungan. Danantara memilih untuk tetap tenang di tengah kepanikan pasar dan fokus pada nilai intrinsik perusahaan yang mereka incar.

IHSG Merosot, Danantara Malah Borong Saham! Ini Strateginya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Strategi "Buy on Weakness" di Tengah Ketidakpastian Pasar

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa aktivitas akuisisi saham ini telah dimulai sejak Rabu (21/10/2026) dan terus berlanjut hingga Kamis (22/10/2026). Alih-alih terpengaruh oleh fluktuasi harga yang disebabkan oleh isu eksternal, Danantara menggunakan pendekatan berbasis fundamental yang ketat.

"Kami telah mulai mengoleksi saham-saham yang kami nilai memiliki daya tarik. Strategi kami adalah terus melakukan pembelian selama valuasi perusahaan tersebut masih masuk akal dan memiliki prospek pertumbuhan bisnis yang menjanjikan ke depan," ujar Pandu saat memberikan keterangan di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Memisahkan Sentimen MSCI dengan Realitas Fundamental

Pandu memberikan catatan penting mengenai kekhawatiran investor terhadap pengumuman MSCI terkait konsultasi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Menurutnya, terdapat jurang pemisah yang lebar antara isu makro yang berkembang di pasar dengan kondisi riil kesehatan keuangan emiten di bursa.

Ia menegaskan bahwa penurunan klasifikasi pasar tidak serta-merta mencerminkan kualitas fundamental seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ada perbedaan mendasar antara isu yang beredar di pasar modal dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Terutama untuk saham-saham BUMN yang berada di bawah naungan Danantara, kami melihat fundamental bisnis dan prospek pertumbuhannya tetap sangat solid. Saat ini, valuasinya justru sedang berada di level yang sangat menarik untuk dikoleksi," tambah Pandu.

Fokus pada Sektor Keuangan dan Emiten BUMN

Dalam rencana ekspansi investasinya, Danantara akan tetap mengedepankan analisis mendalam terhadap kinerja bisnis dibandingkan sekadar mengikuti arus sentimen pasar. Fokus utama mereka tetap tertuju pada perusahaan-perusahaan dengan rekam jejak yang kuat, terutama di sektor keuangan.

Emiten-emiten pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi primadona dalam strategi investasi Danantara kali ini. Dengan fundamental yang kokoh dan dominasi pasar yang kuat, saham-saham BUMN dinilai sebagai instrumen yang mampu memberikan imbal hasil optimal di tengah dinamika pasar yang tidak menentu.

Ke depannya, Danantara berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi investasinya di pasar modal Indonesia, dengan catatan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap dinamika ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi stabilitas pasar.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar