Poros Informasi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menyiapkan langkah strategis besar untuk memperkuat ekosistem ibadah umat Muslim di tanah suci. Melalui ekspansi aset di Arab Saudi, lembaga ini berencana membangun 13 hotel baru di kawasan Makkah. Langkah ambisius ini diproyeksikan akan menjadi solusi konkret dalam menekan beban biaya akomodasi bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
Ekspansi Aset Strategis di Makkah

Rencana pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Danantara dalam mengamankan aset properti di Arab Saudi. Berdasarkan informasi terbaru, Danantara telah melakukan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare pada 18 Oktober 2026. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian investasi besar setelah sebelumnya perusahaan berhasil menyelesaikan proses akuisisi Novotel Thaker pada Agustus 2026 lalu.
Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengungkapkan bahwa lahan freehold yang telah dimiliki akan dikembangkan menjadi 13 menara hotel baru. Proyek ini dirancang untuk menyediakan fasilitas penginapan yang mumpuni bagi jamaah dari Indonesia maupun mancanegara.
Upaya Menekan Biaya Perjalanan Ibadah
Fokus utama dari investasi masif ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan misi sosial-ekonomi untuk meringankan beban finansial jamaah. Dengan memiliki aset properti sendiri, Danantara memiliki kontrol penuh terhadap harga sewa dan layanan akomodasi.
"Tujuan utama kami adalah menyediakan akomodasi terbaik dengan harga yang lebih terjangkau (affordable), khususnya bagi jamaah haji dan umrah dari Indonesia, serta jamaah internasional lainnya," ujar Stefanus dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).
Melalui kepemilikan aset ini, diharapkan komponen biaya penginapan yang selama ini menjadi salah satu penyerap dana terbesar dalam paket perjalanan haji dan umrah dapat ditekan secara signifikan.
Membangun Ekosistem Kompleks Bait Jemaah
Proyek pembangunan 13 hotel ini merupakan bagian integral dari pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut sebagai "Kompleks Bait Jemaah". Proyek ini tidak hanya fokus pada penyediaan tempat menginap, tetapi juga mencakup berbagai layanan pendukung lainnya untuk meningkatkan kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah.
Saat ini, hotel pertama yang telah diakuisisi sedang dalam tahap renovasi ringan sebelum mulai beroperasi secara penuh. Setelah itu, pembangunan 13 menara hotel berikutnya akan segera dilaksanakan secara bertahap. Strategi jangka panjang ini diharapkan dapat memperkuat posisi Danantara dalam mendukung pengalaman ibadah jemaah yang lebih berkualitas dan efisien secara biaya.






