Poros Informasi – Upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi Z terus digencarkan melalui kolaborasi strategis antara sektor industri dan akademisi. MNC Sekuritas bersama Berdikari Manajemen Investasi (MI) baru saja menggelar inisiatif edukasi instrumen reksa dana bertajuk Having Fund 2026 yang menyasar mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori ekonomi di bangku kuliah dengan praktik nyata di pasar modal. Acara ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jabodebek, Andes Novytasary, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, Jubaedah.

Mengubah Mindset: Dari Konsumtif Menjadi Investor
Dalam sesi pemaparan, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penekanan khusus pada perubahan pola pikir finansial. Andes Novytasary menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah terjebak dalam budaya konsumerisme yang tinggi.
"Generasi muda perlu melakukan transformasi pola pikir dalam mengelola keuangan. Jangan hanya berperan sebagai konsumen yang menghabiskan nilai ekonomi, tetapi mulailah bertransformasi menjadi pemilik melalui instrumen investasi," tegas Andes di hadapan para mahasiswa.
Ia juga memberikan peringatan keras agar para investor pemula tidak terjebak dalam praktik spekulasi yang berisiko tinggi. Menurutnya, kunci utama dalam berinvestasi adalah pemahaman mendalam dan literasi yang kuat agar keputusan yang diambil didasarkan pada analisis, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Reksa Dana: Pintu Masuk Investasi Digital yang Terjangkau
Menjawab kekhawatiran mengenai modal awal, para ahli dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa instrumen reksa dana merupakan opsi yang sangat ramah bagi pemula. Karakteristiknya yang dapat diakses secara digital dan membutuhkan dana yang relatif kecil menjadikannya "pintu masuk" yang ideal bagi mahasiswa.
"Reksa dana sudah cukup familiar bagi anak muda. Keunggulannya adalah kemudahan akses digital dan modal yang sangat terjangkau. Teman-teman bisa mulai berinvestasi sejak dini tanpa harus menunggu memiliki kekayaan besar terlebih dahulu," tambah Andes.
Diskusi ini juga menghadirkan pakar dari industri, di antaranya Deva Ananda Putra (Asisten Manajer Senior OJK Jabodebek), Enky Qahas (Head of Fixed Income Berdikari MI), serta Wesly Andri (Senior Marketing Mutual Fund MNC Sekuritas), yang memberikan wawasan teknis mengenai mekanisme pasar modal.
Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Masa Depan
Di sisi lain, pihak universitas menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, Jubaedah, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin.
Ia berharap sinergi antara dunia akademisi dan praktisi pasar modal seperti MNC Sekuritas tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Jubaedah menekankan pentingnya pengembangan program edukasi berkelanjutan guna memperkuat hubungan antara teori ilmiah di kampus dengan realitas dinamika ekonomi di lapangan. Dengan demikian, lulusan universitas tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan finansial yang mumpuni.






