Poros Informasi – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan tekanan positif kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero untuk segera menuntaskan target pengadaan armada transportasi massal. Fokus utama saat ini adalah percepatan kedatangan 8 unit trainset tambahan guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus melonjak.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar KAI dalam mengelola Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah dialokasikan pemerintah sejak tahun 2023 hingga periode 2026 mendatang.

Strategi Penambahan Kapasitas Angkut Penumpang
Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menekankan bahwa urgensi pengadaan ini bukan sekadar menambah jumlah unit, melainkan meningkatkan efisiensi kapasitas angkut. Dengan adanya rangkaian kereta yang lebih panjang, diharapkan lonjakan penumpang di jam sibuk dapat terakomodasi dengan lebih baik.
"Kami mengimbau PT KAI untuk mempercepat pengadaan trainset. Dengan rangkaian yang lebih panjang, sekali jalan dapat mengangkut volume penumpang yang jauh lebih besar," ujar Allan saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Rincian Alokasi PMN dan Proyek Strategis Nasional
Secara finansial, PT KAI telah menerima dukungan dana segar melalui skema PMN yang sangat signifikan. Total dana yang dikucurkan untuk periode 2023-2026 mencapai Rp8,5 triliun. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga untuk mendukung proyek strategis nasional lainnya.
Berikut adalah rincian distribusi PMN yang diterima PT KAI:
- Tahun 2023: Rp3,2 triliun (termasuk alokasi penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung/KCJB).
- Tahun 2024: Rp2 triliun.
- Tahun 2025: Rp1,8 triliun.
- Tahun 2026: Rp1,5 triliun.
Mengejar Kekurangan 8 Trainset dari Target 35 Unit
Hingga saat ini, PT KAI sebenarnya sedang menjalankan mandat pengadaan total 35 trainset baru. Berdasarkan data yang dihimpun, progres pengadaan telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan namun masih menyisakan celah yang harus segera ditutup.
Dari total target 35 unit, sebanyak 11 trainset telah berhasil didatangkan melalui skema impor dari China. Sementara itu, kerja sama dengan industri dalam negeri melalui PT INKA telah menghasilkan 16 trainset, di mana 7 unit sudah aktif melayani penumpang dan 9 unit lainnya masih dalam proses produksi.
"Saat ini masih ada kekurangan 8 trainset lagi untuk mencapai target 35 unit. Kami mendorong PT KAI segera merealisasikannya karena kebutuhan di lapangan, terutama di stasiun-stasiun, sudah sangat mendesak," tambah Allan.
Komitmen Pengadaan Armada Baru, Bukan Barang Bekas
Satu poin krusial yang ditegaskan oleh Kemenhub adalah kualitas armada yang akan didatangkan. Allan memastikan bahwa seluruh pengadaan ini adalah unit kereta baru, bukan pengadaan kereta bekas yang sudah berumur puluhan tahun.
Keputusan untuk memilih rangkaian baru ini diambil demi menjamin aspek keamanan dan efisiensi jangka panjang. Kereta baru diproyeksikan memiliki masa pakai yang jauh lebih lama serta biaya perawatan yang lebih terkontrol dibandingkan jika KAI harus terus mengandalkan armada bekas. Dengan demikian, investasi besar melalui PMN ini diharapkan dapat memberikan dampak optimal bagi layanan transportasi publik di Indonesia.






