Poros Informasi – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bergerak agresif dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih menguntungkan bagi para pelaku usaha. Melalui kolaborasi strategis bersama PT Dimensi International Tax, otoritas bursa baru saja merampungkan sebuah kajian mendalam guna mengevaluasi sejauh mana efektivitas fasilitas insentif perpajakan yang tersedia bagi perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa.
Langkah strategis ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan upaya nyata BEI untuk mendorong emiten memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) sekaligus menjadikan insentif pajak sebagai mesin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Peluang Penghematan Pajak Melalui Pemotongan PPh Badan
Dalam keterangannya pada acara Go Public Academy for Small Medium Enterprises yang digelar di Main Hall BEI, Senin (2/11/2026), Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyoroti potensi besar yang bisa diraup emiten melalui regulasi perpajakan saat ini.
Jeffrey mengungkapkan bahwa terdapat celah keuntungan yang signifikan bagi perusahaan terbuka yang mampu memenuhi kriteria tertentu. "Saat ini, perusahaan yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh insentif perpajakan berupa pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 3 persen," jelas Jeffrey.
Empat Pilar Insentif untuk Akselerasi Bisnis
Kajian yang dilakukan BEI ini berfokus pada empat pilar utama insentif yang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perusahaan, baik yang sudah tercatat maupun calon emiten yang tengah bersiap melakukan Initial Public Offering (IPO).
Jeffrey memberikan contoh konkret keberhasilan pemanfaatan insentif ini pada PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR). Perusahaan tersebut terbukti mampu memanfaatkan fasilitas pajak untuk memperkuat struktur modalnya, yang kemudian berdampak pada keberhasilan mereka melakukan migrasi dari Papan Akselerasi ke Papan Pengembangan.
"Kami berharap kajian yang berfokus pada empat pilar insentif ini dapat menjadi penguatan bagi perusahaan-perusahaan calon maupun perusahaan tercatat," tambahnya.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Mengejar Jumlah IPO
Menariknya, dalam menjalankan fungsi pendampingan, BEI menegaskan bahwa mereka tidak sedang mengejar target kuantitas semata. Fokus utama bursa saat ini adalah memastikan setiap emiten memiliki fundamental yang kokoh dan ketahanan jangka panjang di pasar modal.
BEI berkomitmen untuk mendampingi perusahaan sejak tahap awal melalui program edukasi dan pembinaan. Tujuannya jelas: membantu pelaku usaha "naik kelas" agar mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan yang sehat untuk ekspansi bisnis, bukan sekadar mencari modal instan.
Dengan adanya kajian insentif pajak ini, diharapkan para emiten dapat lebih jeli dalam mengelola beban pajak mereka, sehingga laba bersih yang dihasilkan dapat dioptimalkan kembali untuk pengembangan usaha dan pembagian dividen kepada pemegang saham.






