Ambisi Besar Indonesia: Siap Geser AS Jadi Raja Panas Bumi!

Renita

Ambisi Besar Indonesia: Siap Geser AS Jadi Raja Panas Bumi!

Poros Informasi – Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendominasi pasar energi global melalui sektor panas bumi. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah, pemerintah melalui berbagai instansi terkait kini mematok target ambisius: menggeser posisi Amerika Serikat (AS) sebagai produsen panas bumi nomor satu di dunia.

Langkah ini bukan sekadar mimpi di siang bolong, melainkan sebuah proyeksi ekonomi berbasis sumber daya alam yang sangat realistis. Saat ini, Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di kancah internasional dengan menempati peringkat kedua dunia, tepat di bawah Amerika Serikat.

Ambisi Besar Indonesia: Siap Geser AS Jadi Raja Panas Bumi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Potensi Raksasa di Balik Ambisi Energi Hijau

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, mengungkapkan optimisme tinggi terkait peluang Indonesia untuk memimpin sektor energi terbarukan ini. Menurutnya, kendala utama dalam pengembangan energi biasanya terletak pada ketersediaan sumber daya, namun Indonesia memiliki keunggulan mutlak di sektor tersebut.

"Saat ini posisi kita berada di peringkat kedua dunia setelah Amerika Serikat. Apakah kita bisa melampaui mereka? Jawabannya sangat bisa. Potensi sumber daya kita sudah tersedia secara masif dan tidak ada isu terkait ketersediaan sumber daya tersebut," tegas Ahmad dalam sesi diskusi media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Kekayaan geologis Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire memberikan keuntungan kompetitif yang tidak dimiliki banyak negara lain. Hal ini menjadi modal fundamental bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

Target Kapasitas dan Dukungan Regulasi Pemerintah

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga memperkuat kerangka kebijakan melalui perencanaan yang matang. Salah satu instrumen penting dalam percepatan ini adalah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau.

Dalam peta jalan energi nasional tersebut, pemerintah telah mengalokasikan pengembangan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 5,2 gigawatt (GW). Alokasi besar ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Melalui integrasi antara ketersediaan sumber daya yang melimpah dan komitmen regulasi yang kuat, Indonesia berpeluang besar tidak hanya menjadi penyokong energi domestik, tetapi juga menjadi eksportir teknologi dan energi hijau yang diperhitungkan di pasar global. Upaya ini diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap struktur ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar