Poros Informasi – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan rencana strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata Tanah Air. Salah satu fokus utamanya adalah evaluasi terhadap 40 bandara internasional baru yang tengah beroperasi.
Dorongan Pariwisata, Tapi Perlu Bukti

AHY menekankan pentingnya evaluasi dampak pembangunan bandara-bandara tersebut terhadap peningkatan arus wisatawan. "Harapannya, penambahan bandara internasional ini akan mendongkrak sektor pariwisata. Namun, kita perlu mengukur secara signifikan apakah peningkatan tersebut benar-benar terjadi setelah bandara beroperasi," ujar AHY saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Progres dan Capaian Isu Strategis Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tahun 2025 di Kantor Kemenko IPK, Rabu (13/8/2025). Pemerintah, tegasnya, tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan efektivitasnya terhadap target yang telah ditetapkan.
Instruksi Langsung Presiden
Proyek ambisius pembangunan 40 bandara internasional ini, menurut AHY, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, AHY mengakui bahwa peningkatan sektor pariwisata membutuhkan waktu dan sinergi berbagai sektor. "Tidak hanya bandara, akses jalan, transportasi umum, dan berbagai faktor pendukung lainnya juga berperan penting," tambahnya. Pemerintah, lanjut AHY, tengah memetakan bandara mana yang sudah siap beroperasi secara optimal dan mana yang masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Evaluasi ini juga akan menelisik faktor-faktor lain di luar infrastruktur bandara yang dapat mempengaruhi peningkatan jumlah wisatawan.
Tantangan dan Harapan
Pemerintah tampaknya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur semata tak cukup untuk mendongkrak sektor pariwisata. Keberhasilan strategi ini bergantung pada integrasi berbagai faktor pendukung, termasuk konektivitas antar moda transportasi dan pengembangan destinasi wisata itu sendiri. Langkah evaluatif yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas investasi besar-besaran di sektor infrastruktur ini terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor pariwisata.






