Renita

Anggaran IKN Rp6 T Cair, Basuki: Awas Konflik Kepentingan!

Poros Informasi – Ibu Kota Nusantara (IKN) bersiap menyambut gelontoran dana segar senilai Rp6 triliun untuk tahun anggaran 2026. Angka fantastis yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ini sontak memicu peringatan keras dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dan integritas dalam setiap keputusan belanja negara.

pak bas CsTk large
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tanggung Jawab Moral di Balik Angka Triliunan

Basuki Hadimuljono, dalam pernyataannya pada Sabtu (3/1/2026), menegaskan bahwa alokasi anggaran sebesar ini bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah amanah besar dari negara. "Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membelanjakan uang negara dengan sebaik-baiknya," ujar Basuki, dikutip dari porosinformasi.co.id.

Ia secara khusus menyoroti perlunya menghindari segala bentuk conflict of interest dalam setiap pengambilan keputusan, sebuah pesan krusial untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap proyek strategis nasional ini. Penekanan pada integritas ini menjadi fondasi penting agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak maksimal bagi pembangunan IKN, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Penguatan Struktur Pengelola Keuangan

Seiring dengan penetapan DIPA 2026, Otorita IKN juga tidak tinggal diam dalam mempersiapkan perangkat internalnya. Mereka telah meresmikan pelantikan para pejabat perbendaharaan pada satuan kerja Otorita IKN. Posisi-posisi vital seperti kuasa pengguna anggaran/barang (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat penandatangan surat perintah membayar (PPSPM), serta bendahara pengeluaran kini telah terisi.

Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan IKN memiliki struktur yang kuat dan terorganisir, siap mengawal setiap tahapan program dan kegiatan pembangunan. Kelengkapan perangkat ini diharapkan mampu meminimalkan risiko penyimpangan, mempercepat proses administrasi keuangan, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi fiskal yang berlaku.

Optimisme dan Harapan Pembangunan IKN

Dengan dukungan anggaran yang memadai dan struktur pengelola keuangan yang telah lengkap, Otorita IKN menyatakan optimismenya. Mereka yakin bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Ibu Kota Nusantara pada tahun 2026 akan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dan kemajuan bangsa Indonesia.

Proyek IKN, yang digadang-gadang sebagai simbol peradaban baru Indonesia, menuntut efisiensi dan efektivitas tinggi dalam setiap langkahnya, terutama dalam pengelolaan keuangan publik. Harapan besar kini tertumpu pada Otorita IKN untuk mewujudkan visi tersebut dengan penuh integritas dan tanggung jawab, memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar