Terkuak! Raksasa Baterai Global Ambil Alih 80% Saham BLUE
Poros Informasi – Jakarta – Peta persaingan industri nikel dan baterai kendaraan listrik di Indonesia semakin memanas, tidak hanya di sektor konsesi tambang, tetapi juga merambah bursa saham. PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) baru-baru ini mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) dengan Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited. Perjanjian ini membuka jalan bagi Dragonmine untuk mengambil alih mayoritas, yakni 80%, saham perusahaan. Langkah strategis ini diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada arah bisnis BLUE dan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai magnet investasi bagi pemain global di sektor baterai.

Akuisisi ini, yang diumumkan pada Senin (23/2/2026), menandai babak baru bagi BLUE dan menyoroti tren konsolidasi serta restrukturisasi di pasar modal Indonesia yang didorong oleh potensi besar sektor energi baru terbarukan.
Dinamika Pasar Nikel dan Baterai EV di Indonesia
Indonesia, dengan cadangan nikel melimpah, telah menjadi pusat perhatian dunia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Fenomena akuisisi seperti yang dilakukan Dragonmine terhadap BLUE menunjukkan bahwa daya tarik investasi tidak hanya terbatas pada hilirisasi nikel di tingkat hulu, tetapi juga meluas ke entitas yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap potensi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik (EV) di tanah air, yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang pro-investasi.
Perusahaan-perusahaan global kini tidak hanya mencari mitra untuk membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga secara aktif mengakuisisi entitas yang sudah ada di bursa untuk mempercepat penetrasi pasar atau mengubah model bisnis mereka agar selaras dengan visi energi hijau.
Potensi Transformasi Bisnis dan Strategi "Backdoor Listing"
Analis pasar modal melihat langkah Dragonmine ini sebagai sinyal kuat adanya potensi perubahan fundamental dalam model bisnis BLUE. Ezaridho Ibnutama, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, menyoroti bahwa akuisisi ini bisa menjadi katalis bagi BLUE untuk mereformasi strateginya pasca-pergantian pengendali. "Terdapat potensi bagi BLUE untuk mengubah haluan model bisnisnya," ujar Ezar, seperti dikutip porosinformasi.co.id pada Senin (23/2/2026).
Ezar menambahkan, skema akuisisi semacam ini juga bisa menjadi pintu masuk (backdoor listing) bagi perusahaan-perusahaan dengan kualitas lebih baik untuk masuk ke bursa, terutama di tengah pengawasan pasar yang kian ketat. Reformasi pasar modal oleh BEI, termasuk kewajiban porsi saham publik (free float) yang lebih tinggi berdasarkan kapitalisasi pasar, serta regulasi baru yang memungkinkan perubahan kode saham (ticker), telah menciptakan dinamika baru. "Sekitar 30% dari seluruh perusahaan di BEI saat ini mencatatkan kerugian bersih. Regulasi baru ini memicu kemacetan baru pada aksi IPO," jelas Ezar, mengindikasikan bahwa backdoor listing bisa menjadi alternatif menarik bagi entitas yang ingin segera masuk ke pasar modal tanpa melalui proses IPO yang panjang dan kompleks.
Belajar dari Preseden: Kasus PACK dan CNGR
Untuk memahami potensi masa depan BLUE, para pengamat sering merujuk pada kasus serupa yang terjadi sebelumnya. Salah satu contoh paling relevan adalah akuisisi PT Abdi Bangsa Tbk (PACK) oleh PT Eco Energi Perkasa. Perusahaan terakhir ini dimiliki oleh Deng Weiming, pendiri CNGR, salah satu produsen prekursor baterai terbesar di dunia.
PACK, yang awalnya bergerak di bidang kemasan, mengalami transformasi drastis pasca-akuisisi. Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk dan segera mengumumkan rencana rights issue jumbo untuk mengakuisisi aset tambang dan smelter nikel. Pola ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana sebuah akuisisi strategis oleh raksasa industri dapat sepenuhnya mengubah identitas dan fokus bisnis perusahaan target, mengarahkannya ke sektor yang lebih prospektif, seperti rantai pasok nikel dan baterai EV. Kasus PACK menjadi blueprint yang menarik untuk memproyeksikan arah strategis BLUE di bawah kendali Dragonmine.
Langkah Dragonmine terhadap BLUE, jika mengikuti jejak CNGR dan PACK, tidak hanya akan mengubah lanskap bisnis satu perusahaan, tetapi juga memperkaya ekosistem industri baterai di Indonesia. Ini menegaskan bahwa persaingan dan investasi di sektor strategis ini akan terus berkembang, baik melalui jalur konvensional maupun inovatif di pasar modal, menjanjikan prospek cerah bagi ekonomi nasional dalam menghadapi era elektrifikasi global.






