Poros Informasi – Kabar gembira bagi sebagian pekerja di Indonesia! Pemerintah kembali mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp900.000 per individu pada tahun 2026. Penyaluran dana segar ini, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), menjadi angin segar bagi ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Stimulus Ekonomi Melalui DBHCHT

Penyaluran BLT DBHCHT ini secara spesifik menyasar 263 KPM di Kabupaten Gresik. Setiap KPM berhak menerima bantuan tunai sebesar Rp900.000 yang dibayarkan sekaligus. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendistribusikan kembali pendapatan negara dari sektor cukai tembakau kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan stimulus ekonomi mikro di tingkat lokal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Umi Khoiroh, menjelaskan bahwa pemilihan wilayah penerima manfaat tidak lepas dari kontribusi daerah terhadap sektor tembakau. "Kecamatan Dukun, misalnya, memiliki lebih dari enam hektare lahan tembakau, menjadikannya salah satu wilayah prioritas penerima manfaat dari alokasi DBHCHT ini," ujar Umi, seperti dikutip dari laporan Antara. Hal ini menunjukkan bahwa program bantuan ini memiliki dasar kriteria yang jelas, yakni keterkaitan dengan sektor penghasil cukai.
Bantuan Pangan Tambahan untuk Ketahanan Keluarga
Selain bantuan tunai, Pemerintah Kabupaten Gresik juga memperkuat jaring pengaman sosial dengan menyalurkan bantuan pangan berupa beras. Sebanyak 9.932 warga Gresik menerima alokasi beras 30 kilogram untuk periode Juli hingga September 2026. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan ketahanan pangan keluarga, terutama bagi mereka yang rentan terhadap gejolak harga atau keterbatasan akses pangan.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan PT Pos Indonesia dan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya. Kerja sama ini diharapkan mampu menjamin efisiensi dan ketepatan sasaran dalam distribusi bantuan, memastikan bahwa dukungan vital ini sampai ke tangan yang berhak tanpa hambatan.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakatnya, baik melalui bantuan tunai langsung yang bersifat stimulan maupun bantuan pangan yang esensial. Diharapkan, program-program ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat dan secara bertahap mendorong pemulihan serta peningkatan daya beli di tingkat lokal.






