Poros Informasi – Biaya transportasi di perkotaan Indonesia masih membebani masyarakat. Bahkan, pengeluaran untuk transportasi di beberapa kota besar melebihi standar ideal yang ditetapkan Bank Dunia.
Beban Biaya Transportasi Masyarakat Urban

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (ITM) Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa biaya transportasi di sejumlah kota di Indonesia mencapai 12,46% dari total biaya hidup. Angka ini didasarkan pada survei Badan Pusat Statistik (BPS). Padahal, standar ideal yang direkomendasikan Bank Dunia adalah maksimal 10%.
Jakarta dan Sekitarnya: Siapa Paling Boros?
Risal merinci, rata-rata warga Jakarta menghabiskan Rp1,59 juta per bulan untuk transportasi, atau sekitar 11,82% dari total pengeluaran mereka. Namun, yang paling mencolok adalah warga Bekasi.
Bekasi: Juara Pengeluaran Transportasi
Warga Bekasi harus merogoh kocek hingga Rp1,9 juta per bulan untuk biaya transportasi sehari-hari. Angka ini setara dengan 14,02% dari total biaya hidup mereka.
Depok dan Surabaya: Persentase Tertinggi
Meskipun secara nominal lebih rendah dari Bekasi, warga Depok mencatatkan persentase pengeluaran transportasi tertinggi, yaitu 16,32% atau sekitar Rp1,8 juta per bulan. Sementara itu, warga Surabaya menghabiskan Rp1,6 juta per bulan atau 13,71% dari total biaya hidup mereka untuk transportasi.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Pemerintah perlu mencari solusi untuk menekan biaya transportasi masyarakat, terutama di kota-kota besar. Integrasi sistem transportasi, peningkatan kualitas layanan transportasi publik, dan subsidi yang tepat sasaran bisa menjadi beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan.






