Poros Informasi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari Kamis dengan pelemahan signifikan, merosot 67,05 poin atau setara 0,81 persen, dan ditutup pada level 8.255. Pergerakan ini mengejutkan banyak pihak mengingat indeks sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan di awal sesi.
Fluktuasi Pasar dan Dominasi Tekanan Jual

Pergerakan indeks pada sesi pagi menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG sempat dibuka menguat di posisi 8.351,36 dan mencapai puncak 8.358,96, memberikan secercah harapan bagi para investor. Namun, momentum positif tersebut tak mampu bertahan lama. Indeks kemudian berbalik arah, tertekan hingga menyentuh titik terendah 8.236 sebelum sedikit rebound menjelang penutupan sesi pertama.
Data perdagangan yang dihimpun porosinformasi.co.id mencerminkan dominasi tekanan jual yang kuat di pasar. Tercatat sebanyak 475 saham mengalami koreksi, jauh melampaui 212 saham yang berhasil menguat, sementara 271 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi juga cukup ramai, dengan nilai harian mencapai Rp14,83 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 24,89 miliar saham, yang diperdagangkan melalui 1,716 juta kali transaksi. Adapun kapitalisasi pasar bursa secara keseluruhan tercatat sebesar Rp14.809 triliun.
Sektor-Sektor Terpukul: Transportasi Memimpin Koreksi
Pelemahan IHSG kali ini bersifat menyeluruh, dengan seluruh sektor industri yang tercatat di bursa berada di zona merah. Ini mengindikasikan sentimen negatif yang meluas di berbagai lini bisnis.
Rincian Kinerja Sektoral
Sektor transportasi menjadi pemimpin penurunan terdalam, anjlok hingga 2,6 persen, menunjukkan kerentanan di tengah kondisi pasar yang menantang. Disusul oleh sektor non-primer yang terkoreksi 1,99 persen, barang baku 1,77 persen, infrastruktur 1,68 persen, serta kesehatan yang melemah 1,45 persen.
Sektor-sektor lain juga tak luput dari tekanan, meskipun dengan intensitas yang bervariasi. Sektor energi turun 1,22 persen, primer 1,03 persen, properti 0,91 persen, teknologi 0,48 persen, keuangan 0,34 persen, dan perindustrian yang mengalami koreksi paling tipis sebesar 0,09 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak ada sektor yang benar-benar kebal terhadap sentimen negatif yang melanda pasar.
Oase di Tengah Badai: Saham DIVA Melaju Kencang
Di tengah sentimen negatif yang melanda pasar secara keseluruhan, beberapa saham mampu mencatatkan kinerja impresif dan menjadi pengecualian. PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menjadi primadona dengan memimpin daftar top gainers, melesat 28,83 persen dan ditutup pada harga Rp210 per saham. Kenaikan signifikan DIVA ini menjadi sorotan di tengah koreksi massal yang dialami saham-saham lainnya.
Kondisi pasar yang penuh tekanan ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor dan analis, menanti sentimen baru yang mampu membalikkan arah indeks pada sesi berikutnya dan memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek pasar modal ke depan.






