IHSG Merangkak Tipis ke 8.678: Sektor Ini Jadi Penyelamat?

Renita

IHSG Merangkak Tipis ke 8.678: Sektor Ini Jadi Penyelamat?

Poros Informasi – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan ketahanannya di tengah dinamika global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan pertama hari Kamis, 18 Desember 2025, dengan capaian positif, meskipun kenaikannya terbilang tipis. Indeks acuan ini tercatat menguat 0,01% atau setara 0,96 poin, mengakhiri sesi di level 8.678. Pergerakan yang cenderung konservatif ini mengindikasikan adanya sentimen yang berhati-hati namun tetap optimistis di kalangan investor.

Meskipun kenaikan IHSG tidak terlalu signifikan, aktivitas perdagangan di lantai bursa cukup ramai. Sepanjang sesi pertama, total volume saham yang diperdagangkan mencapai angka fantastis 20,35 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan juga tidak kalah mengesankan, yakni mencapai Rp10,35 triliun, dengan frekuensi transaksi yang menyentuh 1,66 juta kali. Data ini mencerminkan partisipasi investor yang aktif, meskipun arah pasar belum sepenuhnya seragam.

IHSG Merangkak Tipis ke 8.678: Sektor Ini Jadi Penyelamat?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Distribusi pergerakan harga saham pada sesi ini juga menunjukkan adanya sentimen yang terbagi. Tercatat sebanyak 294 saham mengalami kenaikan harga, memberikan dorongan positif bagi indeks. Namun, di sisi lain, 364 saham justru terkoreksi, menunjukkan tekanan jual pada beberapa emiten. Sementara itu, 141 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga yang berarti. Kondisi ini menggambarkan pasar yang sedang mencari keseimbangan di tengah berbagai faktor pendorong dan penekan.

Dinamika Sektor Penopang dan Penekan Pasar

Pergerakan IHSG yang tipis ini tidak lepas dari kontribusi beragam dari sektor-sektor penyusunnya. Beberapa sektor berhasil menjadi penopang, sementara yang lain justru memberikan tekanan. Analisis mendalam terhadap kinerja sektoral menjadi krusial untuk memahami arah pasar ke depan.

Sektor-Sektor Unggulan di Tengah Fluktuasi

Di tengah gejolak pasar, tiga sektor berhasil menunjukkan kinerja yang cemerlang dan menjadi motor penggerak utama IHSG. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 0,58%, menunjukkan optimisme terhadap mobilitas dan logistik. Disusul oleh sektor keuangan yang menguat 0,47%, mengindikasikan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek perbankan serta lembaga keuangan lainnya. Sektor non-siklikal juga turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,19%, mencerminkan permintaan yang stabil terhadap barang dan jasa esensial. Kinerja positif dari ketiga sektor ini menjadi penyeimbang di tengah tekanan pada sektor lainnya.

Sektor-Sektor yang Tertekan dan Perlu Dicermati

Di sisi lain, mayoritas sektor justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Sektor siklikal menjadi yang paling terpukul, anjlok hingga 2,16%, mengindikasikan kekhawatiran terhadap konsumsi diskresioner. Sektor energi juga mencatat penurunan yang cukup dalam sebesar 1,05%, kemungkinan dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global. Sektor teknologi terkoreksi 0,70%, sementara sektor industri turun 0,58%. Sektor infrastruktur, bahan baku, dan properti juga tidak luput dari koreksi, masing-masing turun 0,30%, 0,20%, dan 0,39%. Pelemahan pada sektor-sektor ini perlu dicermati lebih lanjut oleh investor, mengingat potensi dampaknya terhadap prospek ekonomi makro.

Gambaran pasar pada sesi pertama ini menunjukkan adanya sentimen yang kompleks dan terfragmentasi. Meskipun IHSG berhasil bertahan di zona hijau, dominasi sektor yang melemah mengindikasikan bahwa investor masih bersikap hati-hati. Ke depan, para pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau perkembangan ekonomi domestik dan global, serta mencermati rilis data-data penting yang dapat memengaruhi pergerakan sektor-sektor kunci. Vigilansi dan strategi investasi yang adaptif akan menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar yang mungkin berlanjut.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar