Investasi Rp2.000 Triliun Mengalir, Sinyal Kuat Ekonomi RI?

Renita

Investasi Rp2.000 Triliun Mengalir, Sinyal Kuat Ekonomi RI?

Poros Informasi – Arus modal dalam negeri menunjukkan tren yang sangat positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah menembus angka fantastis, yakni hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama masa pemerintahan.

Angka ini bukan sekadar statistik biasa, melainkan bukti nyata bahwa sektor domestik memegang kendali penting dalam struktur ekonomi nasional. Kontribusi investasi dari pengusaha lokal ini tercatat menyumbang lebih dari separuh total keseluruhan investasi yang masuk ke Indonesia.

Investasi Rp2.000 Triliun Mengalir, Sinyal Kuat Ekonomi RI?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dominasi Modal Domestik Perkuat Fondasi Ekonomi

Dalam pemaparannya di hadapan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang, Bogor, Anindya menekankan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini sangat bergantung pada ketahanan pelaku usaha nasional. Ia melihat bahwa keterlibatan aktif kelas menengah dalam sektor investasi menjadi bantalan yang kuat bagi negara.

"Jika kita bedah, PMDN ini melibatkan banyak pelaku usaha dari kelas menengah. Hal inilah yang menurut kami menjadi kunci utama dalam memperkokoh daya tahan ekonomi kita," ujar Anindya saat memberikan laporan pada Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, di tengah badai ketidakpastian ekonomi global yang sulit diprediksi, ketergantungan yang tinggi pada modal domestik akan memberikan perlindungan ekstra bagi stabilitas moneter dan fiskal Indonesia.

Menatap Industri Masa Depan dan Hilirisasi Lokal

Tidak hanya fokus pada sektor konvensional, Kadin juga mendorong dunia usaha untuk mulai beralih dan berinvestasi pada sektor-sektor strategis yang akan menjadi tulang punggung ekonomi di masa mendatang. Anindya menyebutkan ada tiga sektor utama yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan eksponensial.

Berikut adalah sektor-sektor yang menjadi sorotan utama Kadin:

  • Industri Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV): Mengingat tren global menuju dekarbonisasi.
  • Energi Terbarukan (Renewable Energy): Sebagai upaya transisi energi nasional.
  • Pusat Data (Data Center): Seiring dengan masifnya digitalisasi ekonomi.

Anindya menambahkan bahwa ketiga sektor tersebut memiliki keunggulan strategis karena mampu menyerap komponen lokal dalam jumlah besar. Hal ini sejalan dengan visi besar yang diusung dalam Rapimnas Kadin kali ini, yaitu mengusung tema ekonomi kerakyatan namun tetap mampu membawa nama Indonesia bersaing di kancah dunia.

Dengan penguatan investasi domestik yang masif, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri teknologi tinggi di tingkat global.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar