Jangan Panik! Bapanas Jamin Harga Pangan Stabil di Ramadan Ini

Renita

Jangan Panik! Bapanas Jamin Harga Pangan Stabil di Ramadan Ini

Poros Informasi – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa harga bahan pangan pokok di pasar menunjukkan stabilitas yang menggembirakan selama bulan suci Ramadan ini. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kewajaran harga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan tenang hingga perayaan Idulfitri mendatang. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi daya beli masyarakat di tengah momentum konsumsi yang tinggi.

Pemantauan Langsung di Pasar: Realita Harga Komoditas Utama

Jangan Panik! Bapanas Jamin Harga Pangan Stabil di Ramadan Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan hasil observasi langsung di Pasar Gondangdia, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026). Ia mengonfirmasi bahwa harga sejumlah komoditas kunci masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan.

"Situasi harga pangan saat ini relatif baik. Kami berharap kondisi ini dapat dipertahankan sehingga masyarakat merasa nyaman dalam memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar," ujar Ketut, menekankan pentingnya stabilitas harga bagi kenyamanan konsumen.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun porosinformasi.co.id, beberapa harga komoditas strategis tercatat sebagai berikut:

  • Daging sapi: Berada di kisaran maksimal Rp140.000 per kilogram.
  • Daging ayam: Dijual sekitar Rp39.000–Rp40.000 per kilogram, dengan harga ayam utuh 1,4 kilogram sekitar Rp50.000.
  • Bawang merah: Berkisar Rp42.000–Rp43.000 per kilogram.
  • Cabai rawit merah: Menunjukkan tren penurunan, menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp120.000 per kilogram.
  • Telur ayam ras: Stabil di angka Rp30.000–Rp31.000 per kilogram.
  • Bawang putih: Tercatat Rp38.000–Rp39.000 per kilogram.
  • Beras medium: Dijual antara Rp12.000–Rp12.500 per kilogram.

Indeks Perkembangan Harga (IPH): Sinyal Positif dari Data Nasional

Selain observasi lapangan, data Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Februari 2026 juga memancarkan sinyal positif. Terjadi peningkatan jumlah daerah yang mencatat penurunan IPH dibandingkan sebulan sebelumnya, mengindikasikan bahwa volatilitas harga masih dalam kendali dan upaya stabilisasi pemerintah mulai membuahkan hasil.

Beberapa komoditas menunjukkan perbaikan signifikan:

  • Bawang putih: Tercatat 138 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, naik dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 65 daerah.
  • Telur ayam ras: Juga menunjukkan perbaikan dengan 171 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, meningkat dari 129 daerah pada periode sebelumnya.

Secara umum, penurunan IPH tertinggi tercatat pada bawang merah di 232 kabupaten/kota, diikuti minyak goreng (207 daerah), cabai merah (145 daerah), daging ayam ras (88 daerah), cabai rawit (81 daerah), beras (79 daerah), gula pasir (49 daerah), dan daging sapi (22 daerah). Data ini memperkuat narasi bahwa tekanan inflasi dari sektor pangan relatif terkendali.

Komitmen Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

Upaya pemerintah melalui Bapanas tidak hanya berhenti pada pemantauan. Komitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Dengan harga yang stabil, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan biaya kebutuhan pokok yang tidak wajar.

Proyeksi positif ini menjadi angin segar bagi konsumen dan pelaku usaha. Pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk memastikan pasokan dan distribusi pangan tetap lancar, sehingga stabilitas harga dapat dipertahankan secara berkelanjutan demi kesejahteraan ekonomi nasional.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar