Kejutan! Pertamina Selamatkan SPBU Asing?

Renita

Kejutan! Pertamina Selamatkan SPBU Asing?

Poros Informasi – Pertamina dikabarkan menyuplai 100 ribu barel Bahan Bakar Minyak (BBM) murni atau base fuel ke perusahaan ritel bahan bakar asal Inggris, Shell Indonesia. Langkah ini dilakukan setelah Shell Indonesia mencapai kesepakatan dengan Pertamina Patra Niaga terkait impor tambahan base fuel untuk menutupi kekurangan pasokan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mereka.

Pertamina Jadi Penyelamat SPBU Asing?

 Kejutan! Pertamina Selamatkan SPBU Asing?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkapkan bahwa Shell Indonesia telah setuju untuk membeli BBM dari Pertamina Patra Niaga sebanyak satu kargo, yang setara dengan sekitar 100 ribu barel. Kargo tersebut telah dikirim dari terminal pengiriman menuju Indonesia.

"Shell sudah ada kesepakatan dengan Pertamina, rencananya lebih kurang 100 ribu barel," ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Yuliot menambahkan bahwa kargo tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada Selasa, 25 November 2025. Shell Indonesia akan segera mengambil alih kargo tersebut untuk kemudian didistribusikan ke konsumen. Tambahan kuota ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan stok hingga akhir tahun 2025, sebelum perusahaan mendapatkan kuota impor baru pada tahun 2026.

"Rencananya tanggal 25 ini sudah sampai di tempat titik serah yang disepakati dengan PT Pertamina," imbuhnya.

SPBU Swasta Lain Ikut Amankan Stok BBM

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa empat operator SPBU swasta telah resmi menyetujui pembelian impor BBM melalui PT Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi stok hingga akhir tahun 2025.

Dia menjelaskan bahwa BP-AKR telah melakukan pengiriman sebanyak dua kargo dan sedang dalam proses pengiriman satu kargo lagi. Sementara itu, Vivo dan Shell telah menyetujui kontrak pembelian BBM. ExxonMobil memutuskan untuk tidak membeli BBM dari Pertamina karena stok mereka masih mencukupi hingga akhir tahun.

"Yang swasta sudah aman, jadi pada saat ini BP AKR sudah 2 kargo menjelang 3 kargo, Vivo sudah, kemudian Shell sudah final negosiasi, Exxon mereka masih punya cadangan," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin (24/11/2025).

Semoga artikel ini sesuai dengan yang Anda inginkan!

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar