Medan Lega! Strategi ‘Anti-Macet’ Ini Jamin Pasokan BBM Aman

Renita

Poros Informasi – Kabar baik datang dari Kota Medan. Setelah sempat mengalami peningkatan kebutuhan yang signifikan, operasional distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatra Utara, khususnya ibu kota provinsi tersebut, kini dipastikan kembali pada kondisi normal. Kelancaran penyaluran energi vital ini merupakan hasil dari langkah-langkah percepatan yang diamanatkan oleh PT Pertamina Patra Niaga dan dieksekusi secara sigap oleh PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha Elnusa Tbk (ELSA).

Mengurai Tantangan di Tengah Lonjakan Kebutuhan

Medan Lega! Strategi 'Anti-Macet' Ini Jamin Pasokan BBM Aman
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dinamika pemulihan ekonomi pasca-pandemi, yang ditandai dengan kembali bergeliatnya sektor pendidikan dan perkantoran, secara langsung memicu lonjakan permintaan BBM. Situasi ini sempat menimbulkan tekanan pada ketersediaan pasokan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan. Peningkatan konsumsi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia jasa distribusi energi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Respons Cepat Elnusa Petrofin: Armada dan SDM Diperkuat

Untuk merespons kondisi tersebut, PT Elnusa Petrofin (EPN) segera mengimplementasikan strategi penguatan kapasitas distribusi yang komprehensif. Langkah ini mencakup penambahan armada, peningkatan jumlah personel operasional, serta optimalisasi pengendalian distribusi secara real-time.

Dalam upaya mendukung percepatan penyaluran, perusahaan menambah jumlah armada operasional melalui skema spot charter. Kebijakan ini berhasil meningkatkan jumlah mobil tangki yang siap beroperasi menjadi 176 unit. Angka ini juga mencakup mobil tangki tambahan yang didatangkan dari Jakarta dan lokasi operasional lain secara bertahap, guna memperkuat daya angkut di wilayah Sumatra Utara.

Dari sisi sumber daya manusia, EPN menambah 41 Awak Mobil Tangki (AMT) dari berbagai wilayah operasional. Dukungan signifikan juga datang dari personel TNI yang turut membantu sebagai pengemudi, sehingga total jumlah AMT mencapai 711 personel. Penambahan ini merupakan komitmen untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan ketepatan waktu distribusi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Optimalisasi Digital dan Dukungan Teknis Tanpa Henti

Selain penguatan fisik, aspek teknologi dan dukungan teknis juga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan BBM. EPN memanfaatkan teknologi canggih untuk memantau dan mengelola distribusi secara efisien.

Pemantauan Real-time dan Efisiensi RTH

Optimalisasi distribusi juga diperkuat dengan adopsi teknologi melalui pemantauan armada secara real-time. Sistem Road Traffic Control (RTC) menjadi tulang punggung dalam mengawasi setiap pergerakan mobil tangki, baik oleh tim di lapangan maupun di pusat kendali. Fokus utama adalah mengendalikan Round Trip Hour (RTH) guna memastikan perputaran armada berjalan seefisien mungkin. Peningkatan efisiensi RTH ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kapasitas penyaluran BBM, memungkinkan lebih banyak pasokan didistribusikan dalam waktu yang lebih singkat.

Jaminan Keandalan Armada Melalui Dukungan Teknis

Tak hanya itu, aspek keandalan armada juga menjadi prioritas. Perusahaan mempercepat penanganan setiap potensi gangguan teknis dengan memperkuat dukungan teknis, menambah mekanik dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), memastikan ketersediaan suku cadang yang memadai, serta menyediakan stok ban siap pakai. Langkah ini krusial untuk meminimalkan downtime dan menjaga kontinuitas operasional, sehingga setiap mobil tangki dapat beroperasi secara optimal tanpa hambatan berarti.

Dengan berbagai upaya terpadu ini, pasokan BBM di Medan kini kembali stabil, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional dan melayani kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar