Menkeu Purbaya: Teknologi Hanya Alat, Ini yang Tak Ternilai!

Renita

Poros Informasi – Jakarta, 10 Juli 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan krusial kepada para calon punggawa keuangan negara dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh gejolak, Purbaya menegaskan bahwa meskipun kemajuan teknologi dapat diakuisisi, integritas adalah aset tak ternilai yang wajib dijaga tanpa kompromi. Pesan ini disampaikannya dalam acara Puncak Dies Natalis ke-11 PKN STAN di kampus mereka, yang dihadiri oleh para mahasiswa dan civitas akademika.

Mengurai Tantangan Global dan Peran APBN

Menkeu Purbaya: Teknologi Hanya Alat, Ini yang Tak Ternilai!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pidatonya, Purbaya menguraikan lanskap ekonomi global yang tengah mengalami transformasi fundamental. Beliau menyoroti berbagai faktor pendorong perubahan, mulai dari gesekan dagang global, rekonfigurasi rantai pasok, akselerasi perkembangan teknologi, transisi energi menuju keberlanjutan, hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Seluruh faktor ini, menurutnya, telah menciptakan serangkaian tantangan baru yang harus dihadapi oleh setiap negara, termasuk Indonesia.

"Dunia terus bergerak maju, tak menunggu kesiapan kita. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita akan terdampak, karena dampaknya pasti terasa. Yang lebih penting adalah seberapa cepat kita mampu membaca arah perubahan ini, seberapa disiplin kita dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan seberapa berani kita memperbaiki tata kelola," tegas Purbaya, menggarisbawahi urgensi respons adaptif dari pemerintah dan seluruh elemen bangsa.

Purbaya lebih lanjut menjelaskan bahwa APBN merupakan pilar fundamental dan instrumen strategis negara dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil dan makmur. Namun, mengingat belanja pemerintah hanya merupakan sebagian dari total aktivitas ekonomi nasional, pengelolaan fiskal harus mampu berperan sebagai pemantik utama yang mendorong sektor swasta sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus berkomitmen memperkuat kualitas pengelolaan fiskal, baik melalui disiplin fiskal yang ketat, menjaga defisit anggaran serta keberlanjutan utang negara, maupun melalui optimalisasi manajemen kas negara untuk mendukung likuiditas dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Integritas: Fondasi Daya Saing Bangsa

Di tengah persaingan global yang kian ketat, Purbaya menekankan bahwa daya saing sebuah bangsa kini tidak lagi semata-mata diukur dari kelimpahan sumber daya alamnya. Lebih dari itu, daya saing sangat ditentukan oleh kualitas institusi yang kokoh, mampu menjamin kepastian hukum, efisiensi birokrasi, dan membangun kepercayaan publik serta investor. Dalam konteks ini, aparatur negara memegang peran sentral dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

"Nantinya, kontribusi Anda sebagai aparatur negara akan menjadi penentu krusial dalam kemampuan Indonesia bersaing di kancah global. Institusi Bea Cukai dan Perpajakan yang bersih, serta penyederhanaan regulasi kebijakan kita, akan secara langsung memengaruhi daya saing Indonesia, baik di pasar domestik maupun di pasar dunia. Jadi, belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena nasib bangsa kita di masa depan sangat bergantung pada Anda semua," jelas Purbaya, memotivasi para mahasiswa PKN STAN.

Lebih dari Sekadar Kompetensi Teknis

Kepada para mahasiswa PKN STAN, Menteri Keuangan berpesan agar mereka tidak hanya fokus pada penguasaan materi perkuliahan. Beliau mendorong mereka untuk terus mengasah kompetensi secara berkelanjutan, memperluas cakrawala wawasan, dan menempa karakter diri sebagai bekal utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan pengelolaan keuangan negara di masa mendatang. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis harus senantiasa diimbangi oleh integritas yang tak tergoyahkan sebagai fondasi utama dalam menjalankan setiap amanah publik.

"Beliau menegaskan, ‘Kementerian dapat dilatih, sistem dapat dibangun, teknologi dapat diakuisisi, namun integritas harus dijaga sejak dini, setiap saat, terutama di kala tak ada mata yang mengawasi.’" Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh calon pemimpin keuangan negara akan esensi integritas sebagai benteng terakhir dalam menjaga amanah publik dan membangun masa depan bangsa yang berintegritas.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar