Poros Informasi – Kabar gembira bagi para pecinta otomotif kelas atas di tanah air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sinyal kuat bahwa harga mobil-mobil produksi Jerman berpotensi turun drastis dan menjadi lebih kompetitif di pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Harapan ini muncul seiring dengan progres perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, atau yang dikenal dengan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), yang kini tengah memasuki fase ratifikasi.

Strategi IEU CEPA Tekan Harga Otomotif Impor
Dalam acara peringatan Hari Persatuan Jerman ke-36 yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026), Airlangga menyoroti potensi besar yang dibawa oleh kesepakatan ekonomi ini. Menurutnya, salah satu target utama dari IEU CEPA adalah menciptakan akses pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen lokal.
"Saya melihat beberapa mobil Jerman di auditorium ini dan kami berharap mobil-mobil Jerman di bawah CEPA bisa hadir dengan harga yang kompetitif. Itulah tujuan dari I-EU CEPA," tutur Airlangga di hadapan para tamu undangan.
Skema CKD dan Pemotongan Tarif Hingga Nol Persen
Secara teknis, penurunan harga ini bukan tanpa alasan. Airlangga menjelaskan bahwa jika perjanjian IEU CEPA telah resmi diberlakukan, industri otomotif asal Jerman yang ingin merambah pasar Indonesia dapat menikmati pemotongan tarif bea masuk yang sangat signifikan, bahkan mendekati angka nol persen.
Langkah ini dapat dicapai melalui penerapan skema perakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD). Dengan skema ini, komponen kendaraan akan didatangkan untuk dirakit di dalam negeri, sehingga mendapatkan fasilitas insentif pajak yang diberikan pemerintah.
"Ya, mendekati nol. Karena saya pikir di bawah skema saat ini juga ada completely knocked down secara penuh, jadi ada fasilitas-fasilitas itu juga," tambah Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media.
Respons Positif dari Pemerintah Jerman
Menanggapi peluang emas ini, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyambut baik prospek kerja sama ekonomi tersebut. Kehadiran deretan kendaraan mutakhir Jerman dalam perayaan Day of German Unity tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan bentuk demonstrasi keunggulan teknologi otomotif Jerman yang siap bersaing di pasar Indonesia.
Jika ratifikasi IEU CEPA berjalan mulus, hal ini tidak hanya akan menguntungkan konsumen dari sisi harga, tetapi juga berpotensi memperkuat ekosistem industri manufaktur otomotif di Indonesia melalui transfer teknologi dan investasi dari perusahaan-perusahaan raksasa Jerman.






