Pipa Tak Sampai? PGN Punya Trik Jenius Alirkan Gas Bumi!

Renita

Poros Informasi – Di tengah geliat ekonomi yang menuntut pasokan energi stabil, tantangan distribusi gas bumi seringkali terbentur keterbatasan infrastruktur pipa. Namun, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), berhasil memecahkan kebuntuan ini dengan solusi inovatif: Compressed Natural Gas (CNG). Layanan ini kini memperluas jangkauan gas bumi, khususnya bagi sektor komersial di Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan, membuktikan bahwa akses energi bersih tidak lagi harus menunggu pembangunan jaringan pipa yang masif.

Inovasi CNG: Menjembatani Kesenjangan Infrastruktur Energi

Pipa Tak Sampai? PGN Punya Trik Jenius Alirkan Gas Bumi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketersediaan gas bumi yang melimpah seringkali tidak sejalan dengan kemampuan distribusinya, terutama ke daerah-daerah yang jauh dari jaringan pipa utama. Di sinilah CNG hadir sebagai game-changer. Berbeda dengan penyaluran konvensional melalui pipa, CNG memungkinkan gas bumi untuk dikompresi hingga tekanan tinggi, kemudian diangkut menggunakan moda transportasi non-pipa, seperti truk khusus.

Fleksibilitas logistik ini membuka paradigma baru dalam distribusi energi. PGN Gagas kini dapat menjangkau pelanggan yang lokasinya sebelumnya dianggap tidak ekonomis atau tidak memungkinkan untuk dihubungkan dengan jaringan pipa gas bumi. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pemerataan akses energi, mendukung pertumbuhan industri, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil lain yang mungkin lebih mahal atau kurang ramah lingkungan.

Strategi PGN Gagas: Klastering dan Point-to-Point untuk Efisiensi Optimal

Untuk memaksimalkan jangkauan dan efisiensi, PGN Gagas mengimplementasikan dua skema utama dalam penyaluran CNG:

  • Skema Point-to-Point: Gas bumi disalurkan langsung dari fasilitas pengisian atau sumber ke satu pelanggan spesifik sesuai kebutuhan. Model ini ideal untuk pelanggan dengan kebutuhan energi yang besar dan terpusat.
  • Skema Klastering: Beberapa pelanggan yang berada dalam satu kawasan geografis dilayani secara terintegrasi. Pendekatan ini sangat efisien, terutama untuk sektor-sektor yang terkonsentrasi di suatu area.

Menurut Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, pendekatan klastering ini sangat efektif untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Yogyakarta dan sekitarnya. "Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien," jelas Santiaji. Keberhasilan strategi ini tercermin dari volume penyaluran CNG PGN Gagas di Jawa Tengah Bagian Selatan yang telah mencapai angka impresif sekitar 74.000 meter kubik per bulan.

Gas Bumi untuk Berbagai Sektor: Dari Penggerak Ekonomi hingga Penopang Layanan Publik

Pemanfaatan CNG oleh PGN Gagas tidak hanya terbatas pada satu sektor, melainkan merambah berbagai lini yang membutuhkan pasokan energi yang andal dan efisien.

Mendukung Sektor Komersial dan Pariwisata di Yogyakarta

Di Yogyakarta, denyut nadi pariwisata dan ekonomi kreatif sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil. Sektor Horeka, yang merupakan tulang punggung pariwisata, menjadi salah satu penerima manfaat utama dari layanan CNG ini. Bagi hotel, restoran, dan kafe, jaminan pasokan energi yang konsisten dan efisien adalah kunci operasional. CNG menawarkan solusi yang tidak hanya ekonomis tetapi juga praktis, memberikan keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha di tengah persaingan yang ketat.

Kontribusi pada Program Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat

Lebih dari sekadar mendukung sektor komersial, pemanfaatan CNG juga telah merambah dimensi sosial dan kemanusiaan. Di Magelang, Jawa Tengah, CNG digunakan untuk menopang operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gas bumi terkompresi ini menjadi bahan bakar utama untuk memasak sekitar 1.500 hingga 2.000 porsi makanan bergizi setiap harinya. Pemanfaatan ini menegaskan peran strategis CNG sebagai sumber energi serbaguna yang mampu mendukung berbagai kebutuhan, termasuk fasilitas publik yang membutuhkan pasokan bahan bakar rutin untuk kegiatan operasionalnya.

Keberhasilan PGN Gagas dalam mengembangkan CNG bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan sebuah lompatan signifikan dalam pemerataan akses energi. Ini menunjukkan komitmen PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk terus berinovasi, memastikan gas bumi dapat menjangkau setiap sudut negeri, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bahkan di area yang sebelumnya dianggap sulit terjangkau.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar