JAKARTA – PayLater, si dompet digital ajaib yang memungkinkan kita belanja sekarang bayar nanti, makin digandrungi. Tapi, muncul pertanyaan krusial: perlukah limit PayLater dihabiskan sampai mentok? Jangan buru-buru, simak penjelasan berikut ini!
PayLater: Bukan Duit Kaget, Tapi…

Poros Informasi – Banyak yang salah kaprah menganggap limit PayLater sebagai "uang tambahan" yang wajib dihabiskan. Padahal, limit tersebut adalah batas maksimal utang yang bisa ditanggung, bukan dana belanja yang harus ludes.
Ambil contoh, jika limit PayLater Anda Rp3 juta, bukan berarti Anda harus membelanjakan seluruhnya dalam satu waktu. Justru, penggunaan yang bijak mencerminkan kemampuan Anda dalam mengelola keuangan dan menjaga kesehatan rasio utang.
Mitos Kenaikan Limit: Benar atau Hoax?
Poros Informasi – Ada anggapan bahwa sering menggunakan limit PayLater hingga mendekati batas maksimal akan mempercepat kenaikan limit. Memang, beberapa platform seperti Shopee mempertimbangkan riwayat penggunaan dan ketepatan pembayaran.
Namun, jangan sampai kebablasan! Penggunaan berlebihan tanpa diimbangi pembayaran yang lancar justru bisa berujung petaka. Denda, bunga, hingga penurunan skor kredit bisa menjadi konsekuensi jika Anda menunggak atau telat membayar.
Jadi, Bagaimana Sebaiknya?
Poros Informasi – Intinya, gunakan PayLater dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Jangan tergoda untuk menghabiskan limit hanya karena merasa "mumpung ada". Lebih baik, manfaatkan PayLater sebagai solusi sementara saat kondisi mendesak, dan pastikan Anda mampu membayar tagihan tepat waktu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati kemudahan PayLater tanpa terjerat masalah keuangan.






