Poros Informasi – Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto menarik perhatian publik dengan selorohnya yang ditujukan kepada Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Pernyataan jenaka tersebut, yang secara implisit menyoroti peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam penentuan posisi strategis, terlontar dalam suasana formal acara akad massal Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Momen ini tidak hanya mengundang senyum, tetapi juga memicu diskusi ringan di kalangan pengamat ekonomi dan politik mengenai dinamika penunjukan pejabat tinggi negara, khususnya di lembaga sepenting Bank Indonesia.

Latar Belakang Candaan dan Klarifikasi Jabatan
Pernyataan Prabowo disampaikan saat ia menghadiri acara akad massal 62.000 unit KPR Subsidi dan penyaluran KUR Perumahan senilai Rp880 miliar, yang berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Acara tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong sektor perumahan dan mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebelumnya, dalam kesempatan menyapa para pejabat dan tamu undangan, Prabowo mengoreksi informasi yang disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Maruarar sempat menyebut Destry sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, sebuah jabatan yang kini telah bergeser.
"Tadi ada di sini ada apa, yang saya sebut saya kira tadi Menteri Perumahan, eh salah tadi, bukan. Ini apa, Ibu Destry adalah sekarang adalah Pejabat Gubernur Sementara. Pjs ya, singkatannya, Pejabat Gubernur Sementara. Jadi, pejabat," kata Prabowo, mengklarifikasi status Destry Damayanti.
Setelah mengklarifikasi status Destry, Prabowo kemudian melontarkan candaan khasnya yang mengundang senyum, "Oke ya? Tapi terserah DPR," mengisyaratkan peran krusial lembaga legislatif dalam penentuan jabatan tersebut.
Implikasi Ekonomi-Politik di Balik Seloroh Presiden
Pernyataan Prabowo, meskipun disampaikan dengan nada ringan dan jenaka, tidak lepas dari interpretasi di kalangan pengamat ekonomi dan politik. Jabatan Gubernur Bank Indonesia merupakan posisi krusial yang menentukan arah kebijakan moneter negara, stabilitas nilai tukar rupiah, dan sistem keuangan secara keseluruhan.
Proses penunjukan Gubernur BI definitif memang melibatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sesuai dengan mekanisme konstitusional yang berlaku. Oleh karena itu, candaan Prabowo ini bisa dilihat sebagai pengingat akan pentingnya proses politik dalam penentuan kepemimpinan lembaga independen seperti BI. Di sisi lain, acara di Batang sendiri menunjukkan fokus pemerintah pada sektor perumahan dan UMKM, yang sangat bergantung pada stabilitas kebijakan moneter dan fiskal yang diatur oleh Bank Indonesia.
Peran Strategis Bank Indonesia di Bawah Kepemimpinan Sementara
Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, memegang tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan di tengah periode transisi kepemimpinan nasional. Peran Bank Indonesia sangat vital dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas makroekonomi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.
Meskipun dalam status sementara, kepemimpinan Destry diharapkan mampu memastikan kelancaran operasional dan kesinambungan kebijakan Bank Indonesia hingga Gubernur definitif terpilih dan dilantik melalui proses yang melibatkan DPR. Stabilitas kepemimpinan di Bank Sentral adalah kunci untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Momen interaksi antara Presiden terpilih Prabowo dan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti ini menjadi catatan menarik di tengah agenda ekonomi nasional yang padat. Sambil menunggu proses penunjukan Gubernur BI definitif, stabilitas dan kesinambungan kebijakan moneter tetap menjadi prioritas utama bagi perekonomian Indonesia.






