Strategi Baru Kemnaker: Targetkan 70% Lulusan Vokasi Langsung Kerja!

Renita

Strategi Baru Kemnaker: Targetkan 70% Lulusan Vokasi Langsung Kerja!

Poros Informasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan langkah strategis besar-besaran untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan sektor pendidikan vokasi. Melalui transformasi menyeluruh pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), pemerintah memasang target ambisius agar 70 persen lulusan pelatihan vokasi nasional dapat langsung terserap ke dalam pasar kerja.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan tenaga kerja yang kian kompetitif. Kemnaker ingin memastikan bahwa setiap program pelatihan yang dijalankan tidak hanya sekadar memberikan sertifikat, tetapi benar-benar menjadi jembatan emas menuju dunia kerja.

Strategi Baru Kemnaker: Targetkan 70% Lulusan Vokasi Langsung Kerja!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Transformasi BPVP: Menutup Celah Antara Skill dan Kebutuhan Industri

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa transformasi BPVP merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan masa kini. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan standar yang diminta oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Melalui transformasi pelatihan vokasi nasional, kita memperluas akses dan meningkatkan kualitas agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini," ungkap Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta.

Menurutnya, peningkatan kompetensi peserta harus berjalan beriringan dengan perluasan peluang kerja. Tanpa adanya sinkronisasi antara apa yang diajarkan di balai pelatihan dengan apa yang dibutuhkan perusahaan, maka angka pengangguran terdidik akan sulit ditekan.

Implementasi Model Demand Driven dan Sistem Tracer Study

Untuk memastikan efektivitas program, Kemnaker akan mengadopsi model pelatihan berbasis kebutuhan industri atau yang dikenal dengan istilah demand driven. Dalam pendekatan ini, materi pelatihan tidak lagi dibuat secara general, melainkan dirancang secara spesifik mengikuti permintaan pasar tenaga kerja yang sedang berkembang.

Selain perubahan kurikulum, Kemnaker juga akan memperketat pengawasan kualitas melalui mekanisme tracer study. Sistem ini akan dilakukan paling lambat dua bulan setelah peserta menyelesaikan masa pelatihan.

"Mekanisme ini digunakan untuk menelusuri rekam jejak alumni di pasar kerja sekaligus mengevaluasi hasil program vokasi secara berkala," tambah pihak kementerian.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ekosistem Kerja yang Solid

Keberhasilan target 70 persen ini tidak bisa dicapai oleh Kemnaker sendirian. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi multisektor untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat.

Rencana besar ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri swasta, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta keterhubungan yang erat antara proses pelatihan di balai vokasi dengan proses rekrutmen di perusahaan-perusahaan besar, sehingga lulusan memiliki relevansi keterampilan yang tinggi saat memasuki dunia kerja.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar