Terbongkar! 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Ditarik, Bulog Siaga!

Renita

Poros Informasi – Pasar pangan nasional diguncang kabar penarikan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar mutu dan kandungan nutrisi sesuai label. Insiden ini memicu kekhawatiran akan ketersediaan beras premium di pasaran, mendorong Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, untuk segera menginstruksikan Perum Bulog mengoptimalkan pasokan beras premium ke jaringan ritel modern.

Penarikan Massal dan Dugaan Kecurangan Mutu

Terbongkar! 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Ditarik, Bulog Siaga!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemerintah melalui Bapanas mencatat adanya 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun diduga kuat tidak memenuhi ketentuan mutu dan kandungan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Penarikan produk-produk ini merupakan respons serius terhadap temuan yang mengindikasikan adanya praktik curang di pasar beras, yang berpotensi merugikan konsumen dan mengganggu stabilitas pasokan pangan.

Modus Operandi dan Pengujian Laboratorium

Amran mengungkapkan bahwa temuan ini berawal dari pemeriksaan rutin pemerintah terhadap produk beras yang beredar. Ada dugaan kuat adanya peralihan modus operandi, di mana beras yang seharusnya premium dialihkan atau dilabeli sebagai beras fortifikasi tanpa memenuhi standar yang ditetapkan. "Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," tegas Amran, sebagaimana dikutip dari keterangan resminya pada Minggu (20/9/2026). Pengujian mendalam di empat laboratorium kredibel mengkonfirmasi ketidaksesuaian antara klaim label dengan kandungan sebenarnya, memicu langkah penertiban yang cepat dan tegas.

Jaminan Pasokan dan Peran Vital Bulog

Menyikapi penarikan massal ini dan untuk memastikan stabilitas pasokan serta kepercayaan konsumen, Amran secara tegas meminta Bulog untuk segera bertindak. "Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera di-supply. Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat," perintah Amran. Penekanan pada pengoptimalan pasokan beras premium ke ritel modern ini diharapkan dapat menenangkan pasar dan menjamin bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah isu penarikan produk yang tidak sesuai standar.

Langkah proaktif pemerintah ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas pasar pangan dan melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan yang memadai di seluruh jaringan distribusi.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar