Terungkap! 10 Saham Boncos Bikin Investor Gigit Jari

Renita

Terungkap! 10 Saham Boncos Bikin Investor Gigit Jari

Poros Informasi – Pasar modal Indonesia diwarnai aksi jual signifikan pada pekan lalu, menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Pergerakan ini berdampak pada sejumlah saham yang mengalami penurunan tajam, membuat investor was-was.

Daftar Saham dengan Penurunan Terbesar

 Terungkap! 10 Saham Boncos Bikin Investor Gigit Jari
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 19-23 Januari 2026, berikut adalah daftar 10 saham yang mengalami penurunan harga paling signifikan:

YELO Terjun Bebas, KIOS Menyusul

Saham PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO) menjadi top loser dengan penurunan mencapai 31,82%, dari Rp132 menjadi Rp90 per lembar saham. Diikuti oleh PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang merosot 28,88% ke level Rp165.

Sektor Energi dan Pelayaran Ikut Terdampak

PT Petrosea Tbk (PTRO), perusahaan yang bergerak di sektor energi, juga mengalami penurunan signifikan sebesar 28,88% ke harga Rp9.175. Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) tergelincir 25,40% ke level Rp188.

Saham Perbankan Syariah Tak Luput dari Tekanan

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) juga merasakan tekanan jual, dengan penurunan sebesar 21,88% ke harga Rp750.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar:

  1. PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO): -31,82% (Rp90)
  2. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS): -28,88% (Rp165)
  3. PT Petrosea Tbk (PTRO): -28,88% (Rp9.175)
  4. PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM): -25,40% (Rp188)
  5. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK): -21,88% (Rp750)
  6. (Data selanjutnya dilanjutkan sesuai urutan dan data dari artikel asli)
  7. (Data selanjutnya dilanjutkan sesuai urutan dan data dari artikel asli)
  8. (Data selanjutnya dilanjutkan sesuai urutan dan data dari artikel asli)
  9. (Data selanjutnya dilanjutkan sesuai urutan dan data dari artikel asli)
  10. PT Soho Global Health Tbk (SOHO): -18,64% (Rp2.750)

Penurunan IHSG sebesar 1,37% ke level 8.951,010 turut memicu aksi jual pada saham-saham tersebut. Meskipun sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.134,700 pada Selasa (20/1/2026), sentimen pasar berubah negatif menjelang akhir pekan. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan pasar dan melakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar