Terungkap! Koperasi Raksasa Didorong Kuasai Sektor Vital Ekonomi Nasional

Renita

Terungkap! Koperasi Raksasa Didorong Kuasai Sektor Vital Ekonomi Nasional

Poros Informasi – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melontarkan seruan penting kepada entitas koperasi besar di Tanah Air, khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo). Beliau mendesak agar koperasi-koperasi tersebut tak lagi berpuas diri pada ceruk bisnis konvensional, melainkan berani mengarungi samudra sektor-sektor ekonomi fundamental guna memperkokoh fondasi kedaulatan ekonomi bangsa.

Menurut Menkop Ferry, arus deras transformasi ekonomi global saat ini merupakan peluang emas bagi koperasi untuk menancapkan jejak di lini bisnis berdaya ungkit tinggi. Koperasi, dalam pandangannya, harus mulai melirik sektor vital seperti energi, ketahanan pangan, dan infrastruktur sebagai arena kontribusi nyata sekaligus peluang investasi yang prospektif.

Terungkap! Koperasi Raksasa Didorong Kuasai Sektor Vital Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan," tegas Menkop, sebagaimana dikutip Poros Informasi pada Minggu (29/3/2026).

Mengapa Koperasi Harus Ekspansi?

Menkop Ferry menambahkan, sebagai koperasi yang memiliki basis kuat di lingkungan pelabuhan, Kopelindo memiliki leverage signifikan untuk memperluas jangkauan bisnisnya dalam jejaring rantai pasok global. Potensi ini harus dimaksimalkan untuk tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggota, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi negara.

Dari Simpan Pinjam ke Energi dan Pangan

Beliau menegaskan, era koperasi yang hanya berkutat pada sektor simpan pinjam atau jasa penunjang berskala mikro sudah seharusnya berakhir. Koperasi modern dituntut untuk memiliki visi jangka panjang dan keberanian untuk berinvestasi di sektor-sektor padat modal yang strategis. Keterlibatan koperasi dalam pengelolaan logistik nasional, pengembangan energi terbarukan, hingga penguatan ketahanan pangan akan menjadi indikator kematangan dan kontribusi nyata koperasi terhadap perekonomian nasional.

Dukungan Pemerintah dan Tata Kelola Modern

Pemerintah, melalui kementeriannya, menyatakan komitmen untuk mengeliminasi friksi birokrasi dan menyediakan payung regulasi yang kondusif bagi koperasi yang berhasrat merambah sektor padat modal. Dukungan ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan yang kerap dihadapi koperasi saat ingin memasuki lini bisnis yang membutuhkan investasi besar dan kompleksitas operasional tinggi.

Memangkas Birokrasi, Mendorong Transparansi

Selain soal ekspansi sektor, Menkop Ferry juga menyoroti urgensi revitalisasi tata kelola dan manajemen koperasi. Apresiasi khusus dilayangkan kepada Kopelindo atas konsistensinya menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara tepat waktu. Hal ini merupakan indikator fundamental transparansi dan akuntabilitas kepada para anggotanya, sekaligus menjadi contoh praktik tata kelola yang baik yang patut ditiru oleh koperasi lain di Indonesia. Modernisasi tata kelola ini krusial untuk membangun kepercayaan publik dan investor, sehingga koperasi dapat tumbuh lebih besar dan berkelanjutan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar