Poros Informasi – Lebaran tahun 2026 menjadi penanda momen istimewa bagi Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagai Menteri Keuangan, ia menjalani perayaan Idulfitri perdananya di pucuk pimpinan Kementerian Keuangan. Di tengah bayang-bayang tanggung jawab besar mengelola stabilitas fiskal negara, Purbaya justru menampilkan sisi humanis yang tak terduga, bahkan dengan cerita tawar-menawar baju koko di Pasar Tanah Abang. Kisah ini, yang dibagikannya kepada awak media pada Minggu (22/3/2026), memberikan gambaran menarik tentang bagaimana seorang pejabat tinggi negara menyeimbangkan tugas profesional dan kehidupan pribadi.
Sisi Lain Sang Penjaga Fiskal: Kesederhanaan di Tengah Tanggung Jawab Besar

Di balik citra serius seorang Menteri Keuangan yang mengelola triliunan rupiah anggaran negara, Purbaya menunjukkan bahwa ia tetaplah seorang individu dengan kebiasaan yang membumi. Penampilannya yang santai namun percaya diri saat salat Id di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, menjadi sorotan.
Gaya Santai dan Kisah Baju Koko Tanah Abang
Mengenakan baju koko lengan pendek berwarna cerah, Purbaya dengan lugas menceritakan asal-muasal pakaiannya. "Ini di Tanah Abang waktu itu. Kayanya ini 125 ribu, dikit lah tawarnya. Boleh (nawar), kan kita ngirit. Ini jangan kelihatan ya," ujarnya sambil berseloroh, mengundang tawa para jurnalis. Pengakuannya menawar harga saat berbelanja pakaian Lebaran di pasar tradisional menunjukkan sisi hemat yang kontras dengan posisinya sebagai pengelola keuangan negara. Ia bahkan berkelakar bahwa urusan pembayaran akhirnya ditangani oleh Sekretaris Jenderal, menambah kesan humoris pada momen tersebut.
Beban Pikiran dan Kebahagiaan di Kursi Menkeu
Tahun 2026 bukan hanya sekadar Lebaran pertama bagi Purbaya sebagai Menteri Keuangan, tetapi juga sebuah periode yang penuh tantangan dan refleksi pribadi. Ia mengakui adanya peningkatan beban pikiran yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Pertama jadi Menteri ya… Lebih berat daripada biasanya. Kalau malam santai aja masih mikir gitu. Kadang-kadang susah tidur," ungkapnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi kompleksitas dan tekanan yang dihadapi seorang Menteri Keuangan, terutama dalam memastikan kesehatan fiskal dan stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Namun, di balik beban tersebut, Purbaya juga merasakan kepuasan. "Tapi lebih senang. Bonus lebih banyak," tambahnya, mungkin merujuk pada bonus non-materi seperti pengalaman, pembelajaran, atau dampak positif dari pekerjaannya.
Menjaga Keseimbangan: Antara Angka Negara dan Waktu Keluarga
Dalam hiruk-pikuk tugas negara, menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi adalah sebuah seni. Purbaya, meskipun dihadapkan pada jadwal yang padat dan pikiran yang terus bekerja, tetap memprioritaskan momen bersama keluarga.
Momen Berharga Bersama Keluarga di Tengah Jadwal Padat
Di sela-sela kesibukan menjelang Lebaran, Purbaya menyempatkan diri untuk bersantai dan berinteraksi dengan keluarganya. "Semalam live TikTok sama anak saya, saya main sama dia lah," tuturnya. Aktivitas ini menunjukkan upaya Purbaya untuk tetap hadir sebagai seorang ayah dan anggota keluarga, bahkan dengan memanfaatkan platform media sosial yang populer. Ini memberikan gambaran bahwa di balik meja kerja yang penuh dokumen dan angka, ada seorang individu yang berusaha keras menjaga kehangatan hubungan personalnya.
Kisah Lebaran perdana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini bukan hanya sekadar catatan pribadi, melainkan juga sebuah potret tentang bagaimana seorang pemimpin negara mengelola diri di tengah ekspektasi publik dan tekanan jabatan. Dari tawar-menawar baju koko hingga malam-malam tanpa tidur memikirkan keuangan negara, Purbaya menunjukkan bahwa peran seorang Menteri Keuangan adalah perpaduan kompleks antara kebijakan makroekonomi dan sentuhan humanis yang tak terduga.






